Ketum BMI: Kepahlawanan adalah Kompas Moral Bagi Kehidupan Bangsa ke Depan

Avatar photo

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Umum DPN Bintang Muda Indonesia, Farkhan Evendi.

i

Foto: Ketua Umum DPN Bintang Muda Indonesia, Farkhan Evendi.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Ketua Umum DPN Bintang Muda Indonesia Farkhan Evendi merespons polemik penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto.

Menurut aktivis yang biasa dipanggil Gus Farkhan itu pada hakikatnya kepahlawanan bukan sekedar menghargai jasa seseorang, siapapun dia. Ada hal yang jauh lebih besar dan penting dari hal tersebut.

Poin inilah, yang menurut Gus Farkhan belum dicermati dengan baik oleh negara, sehingga wajar jika kemudian publik mempertanyakan dan bahkan menolak keputusan negara menobatkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.

“Kepahlawanan adalah mekanisme moral kolektif, bagaimana cara suatu bangsa untuk mendidik anak-anaknya membedakan benar dari salah dalam sejarah. Memilih mana yang patut dihormati dan mana yang harus menjadi pelajaran,” tutur Gus Farkhan, Senin (10/11/2025)

Ditegaskan Gus Farkhan, memang bangsa ini harus menunjukkan kedewasaan dengan menghargai jasa-jasa para pemimpinnya. Sebab tak dipungkiri, ada kontribusi besar mereka bagi bangsa dan negara, dengan latar dan masa kepemimpinan yang berbeda.

Namun di sisi lain bangsa ini juga tidak boleh mengaburkan kesalahan atau kejahatan sejarah. Apalagi berlindung di balik kata sakral rekonsiliasi.

“Kepahlawanan bukan sekadar kemegahan personal. Di dalamnya terdapat makna yang jauh lebih utama yaitu sebagai kompas moral bagi kehidupan bersama dalam menuju masa depan,” ujar pemimpin organisasi sayap pemuda Partai Demokrat itu

“Alasan rekonsiliasi pun, menurut saya sebuah sikap inkonsistensi dari negara. Seharusnya negara juga berlaku fair dengan mengakui peran para tokoh-tokoh “kiri” Indonesia, dimana mereka juga turut berjuang melawan kolonialisme dan imperialisme,” imbuhnya.

Gus Farkhan berharap bangsa ini mempunyai keberanian untuk mengakui sejarahnya sendiri dan mengajarkan sikap konsisten, agar di kemudian hari bisa menjadi pelajaran moral yang akan diwariskan kepada generasi muda.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI: Warga RT 20 RW 07 Tambakbaya Gelar Lomba Rakyat dan Kegiatan Sosial
Paskibraka Banten 2026 Dikukuhkan, Kapolda Hengki Dorong Semangat Kebangsaan
Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan
CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial
Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara
Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah
FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan
Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Semarak HUT ke-81 RI: Warga RT 20 RW 07 Tambakbaya Gelar Lomba Rakyat dan Kegiatan Sosial

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:40 WIB

CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB