Cegah Radikalisme Sejak Dini, Densus 88 Gelar Bedah Buku di Ponpes Raudhatul Ulum

Cegah Radikalisme Sejak Dini, Densus 88 Gelar Bedah Buku di Ponpes Raudhatul Ulum I Teras Media
Keterangan foto: Densus 88 Gelar Bedah Buku di Ponpes Raudhatul Ulum.
Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Indralaya – Tim Idensos Satgaswil Sumatera Selatan Densus 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan penyuluhan dan bedah buku berjudul “At Tahrir” kepada santri kelas akhir Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman santri terhadap bahaya paham radikalisme serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama dan wawasan kebangsaan di lingkungan pesantren.

Penyuluhan berlangsung dalam suasana dialogis dan interaktif. Para santri terlihat antusias mengikuti pemaparan materi hingga sesi diskusi. Melalui metode bedah buku, Tim Idensos mengajak santri untuk berpikir kritis, memahami ajaran keagamaan secara utuh, serta mengenali ciri-ciri paham radikal yang berpotensi mengarah pada tindakan ekstremisme dan terorisme.

Bacaan Lainnya

“Santri memiliki peran strategis sebagai generasi penerus bangsa. Karena itu, pemahaman agama harus dibangun secara damai, toleran, dan sejalan dengan nilai-nilai Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar salah satu anggota Tim Idensos Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, buku “At Tahrir” dibedah sebagai bahan refleksi untuk membuka ruang dialog dan memperkaya perspektif santri dalam menyikapi berbagai ideologi yang berkembang di tengah masyarakat.

Pihak Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga menyambut positif kegiatan tersebut. Pimpinan pondok pesantren menilai, penyuluhan dan bedah buku ini sangat bermanfaat sebagai langkah preventif dalam membentengi santri dari pengaruh paham menyimpang.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Santri perlu dibekali pemahaman yang benar agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang bertentangan dengan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” katanya.

Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk sinergi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan keagamaan.

Melalui kegiatan ini, Tim Idensos Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri berharap para santri mampu menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat serta berperan aktif dalam menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban bangsa.

Pos terkait