Atasi Akses Sulit, Pemprov Jabar Rancang Layanan Kesehatan Udara

Avatar photo

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana menghadirkan layanan kesehatan udara berupa helikopter untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil, khususnya Garut Selatan dan Sukabumi Selatan.

Wacana tersebut muncul setelah banyaknya pasien dari daerah pelosok yang harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk, Garut, serta RSUD Jampang Kulon, Sukabumi. Kedua rumah sakit itu saat ini menghadapi tekanan layanan cukup tinggi.

Selain menyiapkan anggaran sebesar Rp49 miliar untuk penambahan ruang pelayanan, Pemprov Jabar juga menggagas penyewaan helikopter guna mendukung operasional dua rumah sakit tersebut.

“Tahun ini ada pembangunan, anggarannya Rp49 miliar untuk tambahan ruang layanan,” ujar Dedi, Senin (23/2/2026).

Direktur RSUD Jampang Kulon, Lusi Apriani, sebelumnya mengungkapkan kondisi rumah sakit kerap mengalami kelebihan kapasitas. Persoalan tak hanya pada keterbatasan ruang perawatan, tetapi juga sulitnya mempertahankan tenaga medis, terutama dokter spesialis, yang enggan bertugas di daerah dengan akses jauh dan medan berat.

Fenomena minimnya dokter spesialis di wilayah terpencil menjadi tantangan serius pemerataan layanan kesehatan di Jawa Barat. Karena itu, Dedi menawarkan pendekatan berbeda melalui mobilitas udara.

Ia menyebut helikopter nantinya akan digunakan untuk kunjungan dokter spesialis sekaligus evakuasi pasien rujukan yang membutuhkan penanganan cepat.

“Helikopter digunakan untuk dokter kunjungan dan mengangkut pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit,” katanya.

Skema yang disiapkan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat akan menyewa helikopter selama satu tahun dengan sistem on call. RSUD Jampang Kulon dan RSUD Pameungpeuk juga direncanakan dilengkapi landasan pendaratan (helipad).

Dedi menegaskan fasilitas tersebut bukan untuk kepentingan pribadi kepala daerah, melainkan murni guna meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.

“Bukan untuk gubernur keliling naik helikopter, tetapi untuk paramedis agar penanganan pasien lebih cepat dan dokter spesialis bersedia berkunjung,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman menyatakan rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan, terutama terkait kesiapan anggaran.

“Masih berproses, kemungkinan melalui pergeseran atau perubahan anggaran,” katanya.

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Hampir Setahun Tak Diperbaiki, Tiang Jaringan IndiHome di Rajeg Keropos
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Berita Terbaru