GEMPAR! Kasus Sungai Beracun, Pihak BSD Diperiksa Kejaksaan

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan (Kejari Tangsel) resmi memanggil dan memeriksa perwakilan PT Bumi Serpong Damai (BSD) Sinarmas Land, Senin (20/04/2026)

i

Keterangan foto : Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan (Kejari Tangsel) resmi memanggil dan memeriksa perwakilan PT Bumi Serpong Damai (BSD) Sinarmas Land, Senin (20/04/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Tangsel – Kasus pencemaran lingkungan yang sempat mengguncang publik dan viral di media sosial akhirnya bergerak maju. Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan (Kejari Tangsel) resmi memanggil dan memeriksa perwakilan PT Bumi Serpong Damai (BSD) Sinarmas Land, Senin (20/04/2026).

Pemanggilan ini berkaitan erat dengan dugaan pencemaran lingkungan akibat kebakaran gudang pestisida di Kawasan Taman Tekno BSD City yang merenggut nyawa ribuan ikan dan mencemari aliran air.

Dua perwakilan perusahaan terlihat tiba di kantor Kejari Tangsel sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka langsung menjalani pemeriksaan intensif di ruang Intelijen selama kurang lebih tiga jam hingga pukul 13.00 WIB.

“Benar, kami lakukan pemanggilan untuk meminta keterangan terkait kebakaran dan pencemaran lingkungan di sana,” tegas Kepala Seksi Intelijen Kejari Tangsel, Ronny Bona Tua Hutagalung, kepada awak media, Senin (20/4/2026)

Hasil Pemeriksaan Akan Tentukan Nasib Kasus

Ronny menegaskan, data dan keterangan yang berhasil digali hari ini akan didalami lebih lanjut oleh tim penyidik. Segala fakta yang terungkap akan menjadi landasan utama untuk menentukan langkah hukum apa yang akan diambil selanjutnya.

“Hasil hari ini akan kami dalami untuk menentukan langkah berikutnya,” ujarnya singkat, padat, dan jelas.

Usai pemeriksaan usai, kedua orang ini tampak enggan bersuara. Mereka memilih bungkam dan langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan respons apa pun kepada wartawan yang sudah menunggu.

Luka di Sungai Cisadane

Kasus ini menjadi sorotan tajam publik karena dampaknya yang luar biasa merugikan. Bermula dari kebakaran gudang pestisida pada 9 Februari 2026 lalu, limbah berbahaya diduga mengalir deras masuk ke Kali Jaletreng hingga menyebar ke Sungai Cisadane.

Akibatnya, ratusan ikan ditemukan mati mengapung, air berubah warna, dan dinyatakan sangat berbahaya serta tidak layak untuk dimanfaatkan. Kini, masyarakat menunggu, apakah hukum akan berjalan tegak dan adil.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan
Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau
Sidang Perdana Gabriel Lumbantoruan Digelar, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur
Mahfuddin Cakra Saputra Resmi Jabat Kajari Sumbawa Barat, Bawa Semangat Penegakan Hukum Bersih
Unggul 4-2 di Putaran Kedua, Pieter Jerry Baru Nahkodai Pemuda Katolik Papua Barat Daya
Polda Banten Hadirkan Layanan SIM Keliling di Bayah, Ini Jadwal dan Syaratnya
Peduli Kesehatan Warga, Polda Banten Hadirkan Layanan Gratis di Bayah
HUT ke-10, Bank Banten Siap Menjadi Bagian Penting Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Banten
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:59 WIB

FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Sidang Perdana Gabriel Lumbantoruan Digelar, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:15 WIB

Mahfuddin Cakra Saputra Resmi Jabat Kajari Sumbawa Barat, Bawa Semangat Penegakan Hukum Bersih

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:14 WIB

Unggul 4-2 di Putaran Kedua, Pieter Jerry Baru Nahkodai Pemuda Katolik Papua Barat Daya

Berita Terbaru