Tegas! Wabup Intan: Stunting Bukan Tugas Satu Instansi

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Tangerang , TerasMedia.co – Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, upaya menekan angka stunting tidak akan berjalan optimal apabila hanya dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah atau tenaga kesehatan semata.

Pernyataan tersebut disampaikan Intan yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tangerang saat membuka Rapat Koordinasi Evaluasi dan Rencana Aksi TPPS Tahun 2026 di Ruang Media Center Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Kamis (26/6).

“Percepatan penurunan stunting tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan satu pihak. Seluruh elemen harus bergerak bersama, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, PKK hingga masyarakat,” kata Intan.

Ia mengatakan, penanganan stunting memerlukan keterlibatan lintas sektor karena persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga menyangkut pemenuhan gizi, pola asuh, sanitasi, lingkungan, hingga edukasi keluarga. Oleh karena itu, koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat agar setiap program intervensi dapat berjalan secara terpadu dan tepat sasaran.

Dalam evaluasi yang dilakukan TPPS, Intan mengungkapkan masih ditemukan keluarga sasaran yang tidak lagi aktif membawa anak ke Posyandu setelah mengikuti sejumlah kegiatan pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut menyebabkan proses pemantauan pertumbuhan balita menjadi terhambat sehingga berpotensi memengaruhi efektivitas intervensi yang diberikan.

Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan mengoptimalkan strategi jemput bola melalui keterlibatan kader kesehatan, Kader Dahsyat, Dapur Dahsyat, Tim Penggerak PKK, serta petugas puskesmas untuk mendatangi langsung keluarga sasaran. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan setiap anak yang berisiko stunting tetap mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan.

“Metode intervensi, pengawasan, dan menu gizinya harus kita ubah agar lebih efisien dan berdampak nyata. Petugas harus mendatangi langsung rumah keluarga sasaran,” ujarnya.

Menurut Intan, pendampingan tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan makanan tambahan. Petugas di lapangan juga harus memastikan makanan bergizi benar-benar dikonsumsi oleh anak sasaran, sekaligus memantau perkembangan status gizi dan kesehatannya secara berkala.

Ia juga meminta Dinas Kesehatan bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) sebagai leading sector memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, menyusun strategi intervensi yang lebih efektif, mengoptimalkan dukungan anggaran bersama Bappeda, serta meningkatkan pengawasan hingga tingkat desa melalui pelaksanaan rembuk stunting yang melibatkan camat dan pemerintah desa.

Menjelang pelaksanaan survei eksternal pada Agustus 2026, Intan menginstruksikan seluruh perangkat daerah memberikan dukungan penuh kepada tim survei agar proses pengumpulan data berlangsung optimal. Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan dan evaluasi program percepatan penurunan stunting.

Ia berharap sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, kader, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting sekaligus mewujudkan generasi Kabupaten Tangerang yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing. (Ard/dyt)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan
Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau
Sidang Perdana Gabriel Lumbantoruan Digelar, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur
Mahfuddin Cakra Saputra Resmi Jabat Kajari Sumbawa Barat, Bawa Semangat Penegakan Hukum Bersih
Unggul 4-2 di Putaran Kedua, Pieter Jerry Baru Nahkodai Pemuda Katolik Papua Barat Daya
Polda Banten Hadirkan Layanan SIM Keliling di Bayah, Ini Jadwal dan Syaratnya
Peduli Kesehatan Warga, Polda Banten Hadirkan Layanan Gratis di Bayah
HUT ke-10, Bank Banten Siap Menjadi Bagian Penting Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Banten
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:59 WIB

FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Sidang Perdana Gabriel Lumbantoruan Digelar, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:15 WIB

Mahfuddin Cakra Saputra Resmi Jabat Kajari Sumbawa Barat, Bawa Semangat Penegakan Hukum Bersih

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:14 WIB

Unggul 4-2 di Putaran Kedua, Pieter Jerry Baru Nahkodai Pemuda Katolik Papua Barat Daya

Berita Terbaru