TerasMedia.co Sorong – Baru sebulan menjabat sebagai Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru kini dipromosikan menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kemudian menunjuk Wakapolda Riau, Brigjen Pol. Hengky Haryadi, untuk menggantikan Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
“Rotasi dan mutasi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026,” kata Kasubbid PID Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Hengkelare, melalui pesan tertulis, Senin (31/8/2026).
Jenny mengatakan, mutasi dan rotasi jabatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan serta pengembangan karier personel Polri. Selain itu, mutasi menjadi kesempatan bagi para perwira untuk mengemban tugas dan tanggung jawab yang lebih besar sebagai bagian dari jenjang karier dan kenaikan pangkat di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Selain pergantian Kapolda, dua pejabat utama di lingkungan Polda Papua Barat Daya juga mengalami rotasi.
Jenny menyebutkan, berdasarkan telegram Kapolri tersebut, jabatan Dirintelkam Polda Papua Barat Daya yang saat ini dijabat Kombes Pol. Angling Guntoro dipercayakan kepada Kombes Pol. Satria Adrie Vibrianto. Sebelumnya, Satria menjabat sebagai Agen Intelijen Kepolisian Madya Tingkat III Baintelkam Polri.
Sementara itu, Kombes Pol. Sachroni Anwar yang sebelumnya menjabat Karorena Polda Papua Barat Daya diangkat sebagai Karorena Polda Maluku.
“Untuk jabatan Karorena Polda Papua Barat Daya, jabatan tersebut dipercayakan kepada AKBP Andik Gunawan, yang sebelumnya menjabat Kabag RBP Rorena Polda Jawa Timur,” ujar Jenny.
Ia menambahkan, rangkaian mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.
“Pergeseran jabatan juga diharapkan dapat memperkuat kinerja organisasi dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” kata Jenny. (Jun)











