Kejari Jakbar Tetapkan Dua Direktur Perusahaan Swasta Sebagai Tersangka

Teras Media

- Penulis

Jumat, 4 Agustus 2023 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menetapkan 2 direktur dari perusahaan swasta sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa, Jumat (4/8/2023)

i

Keterangan foto : Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menetapkan 2 direktur dari perusahaan swasta sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa, Jumat (4/8/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menetapkan 2 direktur dari perusahaan swasta sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa. Adapun dugaan kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 200 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat Iwan Ginting membenarkan kedua tersangka tersebut sudah ditahan. Kedua tersangka itu berinisial RO, selaku Direktur PT Interdata dan RN yang merupakan Direktur PT Quartee Technologies.

“Ada 2 orang yang kemarin digeledah, ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di Rutan Salemba selama 20 hari ke depan. Mereka berinisial RO dan RN,” kata Iwan Ginting melalui Kasi Intelijennya, Lingga Nuari, Jumat (4/8/2023).

Meski demikian, Lingga mengaku pihaknya belum dapat merinci peran mereka dalam perkara dugaan korupsi tersebut. Hal itu lantaran perkara ini masih dalam pengembangan.

“Ini kan masih belum berhenti di sini, artinya kan masih tetap kita kembangkan, begitu. Kita lihat dari penyidikan. Untuk kerugian negara diperkirakan lebih dari Rp.200 milyar, untuk jumlah pastinya sedang dihitung oleh penyidik bersama dengan auditor dari Telkom,” ucap Lingga

Adapun, kedua perusahaan tersebut adalah PT Quartee Technologies dan PT Haka Luxury Indonesia, yang berlokasi di Komplek Taman Semanan Indah, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melakukan penggeledahan dua perusahaan terkait dugaan korupsi. Mereka melakukan penggeledahan juga turut disaksikan oleh pihak pengurus wilayah setempat.

“Kegiatan turut disaksikan oleh Lurah, Sekretaris Lurah dan Ketua RT setempat,” kata Lingga kepada wartawan, Jumat (28/7/2023).

Ditegaskan Lingga, pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Nomor Print-3615/M.1.12/Fd.1/06/2023 tanggal 19 Juni 2023.

Dari hasil penggeledahan kedua perusahaan itu, Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jakbar menyita dan mendapatkan 51 bundel dokumen terkait yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

GEBERBUMN: Jangan Banggakan Angka Pengangguran, Lihat Realitanya
Komite Pemantau MBG Soroti Empati Menaker: Jangan Hindari Keluarga Korban
Jerry Massie: Klaim AS Kalah Itu Sesat, Faktanya Iran Hancur Lebur
Habiskan Miliaran untuk Konten, CBA: Harus Diusut Jangan Jadikan Podcast Mesin Penguras Dana Rakyat
Bangun 4 Jembatan di Cibaliung, Dandim Pandeglang: Wujud Pengabdian pada Rakyat
Doli Kurnia Dukung RUU Pembatasan Uang Kartal Usulan KPK
Komisi I DPR: Sinergi Seluruh Pihak Penting Ciptakan Lingkungan Bersih
Dari Rp200 Juta Jadi Rp575 Juta, Anggaran Cuci Baju Rudy Mas’ud Disorot
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 19:21 WIB

GEBERBUMN: Jangan Banggakan Angka Pengangguran, Lihat Realitanya

Kamis, 30 April 2026 - 18:30 WIB

Komite Pemantau MBG Soroti Empati Menaker: Jangan Hindari Keluarga Korban

Kamis, 30 April 2026 - 18:07 WIB

Jerry Massie: Klaim AS Kalah Itu Sesat, Faktanya Iran Hancur Lebur

Kamis, 30 April 2026 - 15:39 WIB

Bangun 4 Jembatan di Cibaliung, Dandim Pandeglang: Wujud Pengabdian pada Rakyat

Kamis, 30 April 2026 - 02:57 WIB

Doli Kurnia Dukung RUU Pembatasan Uang Kartal Usulan KPK

Berita Terbaru