Coldplay Sumbang Kapal Penangkap Sampah Untuk Bersihkan Cisadane

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 17 November 2023 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

TerasMedia.Co, Kab. Tangerang – Band kenamaan asal Inggris Coldplay memberikan bantuan kapal penangkap sampah (Interceptor) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

Kapal yang rencananya difungsikan untuk menyedot sampai di Sungai Cisadane tersebut diserahkan Coldplay melalui The Ocean Cleanup, organisasi nirlaba yang punya misi membersihkan lautan dari plastik.

Boyan Slat, Pendiri dan CEO The Ocean Cleanup menjelaskan dipilihnya Pemkab Tangerang sebagai penerima hibah karena menjadi lokasi muara dari sungai Cisadane. Diharapkan dengan keberadaan alat ini bisa mengurangi sampah khususnya sampah plastik yang masuk ke laut.

“Dari hasil observasi yang kami lakukan, kapasitas sampai di sungai Cisadane sangat besar sehingga kami yakini keberadaan interceptor yang kami buat akan sangat bermanfaat,” jelas Boyan usai mengajak perwakilan dari seluruh stakeholder seperti dari Pemkab Tangerang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Bea Cukai dan Pemerintah Belanda melihat langsung perakitan Neon Moon II di PT DOK dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) di Sindang Laut 119, Kalibaru, Cilincing, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat, (17/11/2023).

Coldplay Sumbang Kapal Penangkap Sampah Untuk Bersihkan Cisadane I Teras Media
Foto Istimewa

Boyan menjelaskan biaya pembuatan Neon Moon II yang merupakan generasi ke-3 ini sekitar 777.000 dolar AS atau sekitar Rp.12 Miliar. Dimana lanjut Boyan salah satu penyongkong terbesar untuk pembuatan invertor dengan teknologi paling terbaru ini berasal dari Band Coldplay.

“Coldplay telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kami untuk pembuatan Neon Moon II ini termasuk Neon Moon I yang diluncurkan di Malaysia,” jelasnya.

“Kami sangat senang bisa mengajak Coldplay untuk bersama sama memerangi sampah plastik di laut yang ada di Asia,” sambung Boyan.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Fachrul Rozi mengaku sangat senang bisa mendapatkan bantuan kapal penyedot sampah dari The Ocean Cleanup. Menurut Fachrul keberadaan alat ini tentunya bisa sangat membantu mengurangi sampah di laut termasuk yang saat ini telah menumpuk di wilayah Pantura Kabupaten Tangerang yang menjadi muara dari Sungai Cisadane.

“Pemkab Tangerang sangat mengapresiasi bantuan kapal penyedot sampah yang diberikan The Ocean Cleanup termasuk kepada band Coldplay selaku penyumbang dana pembuatan kapalnya,”ujar Fachrul Rozi.

Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang ni pun mengaku untuk mengoperasikan kapal penangkap sampah tersebut pihaknya telah menyiapkan beberapa pegawai sebagai operator. Namun sebelum bertugas mereka akan diberikan pelatihan dahulu agar bisa mengoperasikan kapal penangkap sampah tersebut dengan baik.

“Kami saat ini tengah menyiapkan oranng untuk mengikuti pelatihan pengoperasiaan Interceptor yang akan diberikan The Ocean Cleanup,” jelasnya.

Sebelumnya pada Mei lalu, The Ocean Cleanup diketahui telah menandatangani perjanjian dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan Pemerintah Belanda.

Kerja sama ini diluncurkan sebagai awal rencana penerapan Interceptor Original, untuk membersihkan plastik di Sungai Cisadane.

Interceptor 020 akan berkontribusi dalam menanggulangi sekitar 1000 ton plastik yang dibuang melalui Sungai Cisadane ke Laut Jawa setiap tahunnya.

Dari situs resminya diketahui Ini bukan proyek pertama The Ocean Cleanup di Indonesia, proyek tersebut akan menjadi Interceptor kedua yang dikerahkan di Indonesia setelah Interceptor 001, dikerahkan di Cengkareng Drain, Jakarta, pada 2018. (Yud)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sengatan Samurai Biru di Houston: Gol Roket Kaishu Sano Bikin Brasil Tertinggal
Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang
Gedung Diklat Kemenhut di Bogor Dipakai PSI, MataHukum: Melanggar Aturan Aset Negara
Sidang Nadiem Kembali Tertunda, JPU Bantah Kondisi Sakit dan Soroti Penggunaan Perban
Beredar Rekaman Pungli di Parung, Pengamat: Polisi Tak Perlu Tunggu Laporan
Semangat Siliwangi: Alat Berat dan Personel Turun Tangan di Pandeglang
Prof Yusril Sebut Bukan Ranah Pidana, Kasus PT KSM Akhirnya Dihentikan
Sinergi TNI dan Rakyat, Pembangunan Infrastruktur di Pandeglang Mulus
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:59 WIB

Sengatan Samurai Biru di Houston: Gol Roket Kaishu Sano Bikin Brasil Tertinggal

Senin, 29 Juni 2026 - 23:16 WIB

Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:32 WIB

Gedung Diklat Kemenhut di Bogor Dipakai PSI, MataHukum: Melanggar Aturan Aset Negara

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:35 WIB

Sidang Nadiem Kembali Tertunda, JPU Bantah Kondisi Sakit dan Soroti Penggunaan Perban

Senin, 4 Mei 2026 - 21:19 WIB

Beredar Rekaman Pungli di Parung, Pengamat: Polisi Tak Perlu Tunggu Laporan

Berita Terbaru