Ancaman Jiwa Anak Sekolah Akibat MBG, Matahukum: Pemerintah Harus Segera Sadar dan Berbenah

Avatar photo

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir, Jumat (29/8/2025)

i

Keterangan foto : Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir, Jumat (29/8/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Matahukum Matahukum menyampaikan sikap tegas terkait Program Makanan Bergizi (MBG) yang kini menjadi sorotan karena dampaknya yang dinilai membahayakan jiwa siswa di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut dikatakan Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir kepada awak media di Jakarta, Senin (26/1/2026)

“Kalau Prabowo siap mati karena persoalan korupsi di negeri ini, tapi saya pribadi sebagai Sekjen Matahukum siap mati demi menyelamatkan jiwa siswa seluruh anak negeri dari program MBG ini,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Media pada tanggal 26 Januari pukul 20.25 WIB.

Mukhsin juga menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab, khususnya Kepala MBG dan terkaitnya (BGN) harus mengambil tanggung jawab penuh, bukan hanya sekadar meminta maaf. Menurutnya, program yang seharusnya bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah justru telah menjadi ancaman serius.

“Program MBG sudah sangat membahayakan jiwa siswa, pemerintah harus segera mempertimbangkan kelangsungan MBG ini sebab sangat memperihatinkan. Ini menyangkut jiwa anak-anak sekolah di Indonesia,” jelasnya.

Menurut Mukhsin, program MBG dinilai sangat tidak tepat sebagai program kesehatan pendidikan karena diduga terdapat banyak campurtangan serta persaingan tidak sehat dalam pelaksanaannya. Hal ini dipercaya menjadi penyebab dampak buruk yang berujung pada korban jiwa di beberapa daerah.

“Apakah pemerintah mau rela melihat anak-anak jadi korban terus-menerus terenggut jiwa hanya karena program MBG diidealkan seolah menyehatkan gizi anak Indonesia, tapi kenyataannya menjadi ancaman horor jiwa bagi anak-anak kita sebagai penerus generasi bangsa ini?” tandasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah harus segera menyadari kesalahan dalam pelaksanaan program ini mengingat kejadian keracunan yang terus terjadi dan merenggut jiwa siswa di sejumlah daerah.

Apakah Anda ingin saya menyusun salah satu judul tersebut menjadi versi berita yang lebih fokus pada aspek tertentu, misalnya fokus pada tuntutan tanggung jawab atau evaluasi program?

Sekedar informasi, Sebanyak 75 siswa dan lima guru di SMPN 10 Kota Magelang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini sampel muntahan diperiksa di Laboratorium Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Informasi yang diperoleh, para murid SMPN 10 Kota Magelang menerima MBG pada Rabu (21/1) dengan menu saat itu antara lain nasi, tempe crispy, dan telur puyuh saus mentega.

Kemudian baru keesokan harinya, Kamis (22/1) pagi, awalnya ada dua siswa mengeluhkan sakit perut. Keduanya, kemudian mendapatkan penanganan di ruang UKS. Terkait dengan dugaan keracunan menu MBG yang menimpa 75 siswa dan lima guru SMPN 10 Kota Magelang, sampai berita ini diturunkan, pihak redaksi masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak SPPG maupun BGN.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

CBA Tantang KPK: Jangan Cuma Garang di Konferensi Pers, Buktikan Mafia Bea Cukai di Sidang
Kejari Lebak di Demo : GAMPAR Desak Kejari Periksa Eks Pengurus UPK Program PNPM Tahun 2014 Se Kabupaten Lebak
LAN Kota Tangerang Peringati HANI 2026, Ajak Masyarakat Perkuat Perang Melawan Narkoba
Skandal PLN Buku 2024–2025 Dilaporkan, MataHukum Desak Kejagung Periksa Direksi
BNN Petakan Enam Kampung Rawan Narkoba di Bangka Belitung
Modus Haji Khusus VIP Terbongkar, Polda Banten Ringkus Dua Tersangka
Polsek Rajeg Ungkap Kasus Pemerasan Bermodus Mengaku Polisi dan Wartawan
CBA Minta Kejati DKI Selidiki Pengadaan Mobil Derek Rp62,8 Miliar
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:29 WIB

CBA Tantang KPK: Jangan Cuma Garang di Konferensi Pers, Buktikan Mafia Bea Cukai di Sidang

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:32 WIB

LAN Kota Tangerang Peringati HANI 2026, Ajak Masyarakat Perkuat Perang Melawan Narkoba

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:44 WIB

Skandal PLN Buku 2024–2025 Dilaporkan, MataHukum Desak Kejagung Periksa Direksi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:02 WIB

BNN Petakan Enam Kampung Rawan Narkoba di Bangka Belitung

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:53 WIB

Modus Haji Khusus VIP Terbongkar, Polda Banten Ringkus Dua Tersangka

Berita Terbaru