LBH Peradi Profesional: Perkara Rp500 Ribu Ini Mencederai Rasa Keadilan Masyarakat

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 23:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Kuasa Hukum dari LBH PERADI PROFESIONAL, yang terdiri dari Marulitua Rajagukguk, Irman Bunawolo, Juhari Siahaan, Ahmad Yusra, dan Ali Akbar Tanjung.

i

Tim Kuasa Hukum dari LBH PERADI PROFESIONAL, yang terdiri dari Marulitua Rajagukguk, Irman Bunawolo, Juhari Siahaan, Ahmad Yusra, dan Ali Akbar Tanjung.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta  – Perjuangan mencari keadilan hakiki bagi Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing harus melewati jalan yang lebih panjang.

Hari ini, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menolak perlawanan (keberatan) Kuasa Hukum dalam putusan sela, dengan alasan materi perlawanan telah masuk ke dalam pokok perkara. Dengan demikian, persidangan akan dilanjutkan ke tahap pembuktian.

Gabriel didampingi oleh Tim Kuasa Hukum dari LBH PERADI PROFESIONAL, yang terdiri dari Marulitua Rajagukguk, Irman Bunawolo, Juhari Siahaan, Ahmad Yusra, dan Ali Akbar Tanjung. Menanggapi putusan tersebut, Tim Kuasa Hukum menegaskan bahwa hal ini tidak menyurutkan langkah Kuasa Hukum sedikit pun. LBH Peradi Profesional berkomitmen untuk mengawal perkara pidana Rp500ribu ini secara total karena penegakan hukum berlebihan dan melukai keadilan dimasyarakt emi “Sejak awal kami menegaskan bahwa perkara ini mencederai akal sehat dan rasa keadilan dimasyarakat. Sungguh ironis, negara harus menguras anggaran operasional yang besar—mulai dari penyidikan, penuntutan di kejaksaan, hingga persidangan—hanya untuk memperkarakan dugaan kerugian sebesar Rp500 ribu.

Di negeri ini, belum pernah ada sejarahnya dugaan korupsi atau kerugian negara Rp500ribu disidangkan dengan usaha luar biasa dari kepolisian, kejaksaan hingga majelis hakim. Sementara di sisi lain, kita menyaksikan para koruptor kakap yang merugikan keuangan negara ratusan miliar justru sering kali mendapat vonis yang sangat ringan,” ujar perwakilan Kuasa Hukum usai persidangan, Kamis (3/9/2026)

Tim Kuasa Hukum mengingatkan kembali sisi kemanusiaan yang nyata dalam kasus ini. Gabriel adalah seorang buruh pabrik bukanlah mafia minyak dan gas (migas) yang meraup keuntungan haram demi kekayaan. Ia hanyalah seorang buruh kecil yang melakukan pengisian ulang (refill) gas portabel demi menyambung hidup keluarga di tengah himpitan ekonomi, ia melakukan tindakan isi ulang gas portable tanpa pemahaman mendalam mengenai regulasi yang menjeratnya.

LBH PERADI PROFESIONAL mengetuk hati nurani publik untuk bersama-sama mengawal kasus ini. Penegakan hukum tidak boleh hanya sekadar mengejar kepastian hukum formal di atas kertas, tetapi harus memiliki jiwa, moralitas, dan rasa keadilan.

“Hukum kita sedang mempertontonkan ironi yang menyakitkan. Bagaimana mungkin buruh pabrik diburu secara berlebihan, bahkan Kepolisian melakukab praktik undercover buying oleh dengan menabrak pasal 16 ayat 1 dan penjelasan KUHAP, sementara kejahatan besar yang merampas hak-hak rakyat justru diperlakukan dengan penuh kelunakan? Ini bukan lagi soal pasal, ini soal kemanusiaan yang terluka,” tegas Kuasa Hukum.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Terima Aduan Masyarakat Pasangkayu Soal Konflik Agraria, Kapolda Sulbar Janji Tangani Secara Transparan dan Akuntabel
Rencana Pengelolaan Lahan Bekas PT Kristalin oleh ANTAM, John Gobai Pertanyakan Posisi Masyarakat Adat Papua Tengah
Ombudsman Jakarta Raya Apresiasi Polda Metro Jaya Bongkar Dua Pabrik Obat Keras Ilegal Sukoharjo ​
Said Iqbal dan Aktivis Buruh Beri Dukungan Moril Gabriel Lumbantoruan di Persidangan PN Jakarta Utara ​
Dugaan Nepotisme dan Gelar Fiktif Politikus Demokrat, KPK Diminta Turun Tangan
KPK Panggil Lima Saksi Kasus Upah Pungut Bogor, Wildan Ansori Nasution Desak Pengungkapan Menyeluruh
Dua Anggota DPRD Jatim‑Bojonegoro Diadukan ke KPK terkait Dugaan Penyalahgunaan APBD dan Keabsahan Gelar
Ribuan Liquid Vape Berbahaya Dimusnahkan Bersama Jajaran Kejati Lampung
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:58 WIB

Terima Aduan Masyarakat Pasangkayu Soal Konflik Agraria, Kapolda Sulbar Janji Tangani Secara Transparan dan Akuntabel

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rencana Pengelolaan Lahan Bekas PT Kristalin oleh ANTAM, John Gobai Pertanyakan Posisi Masyarakat Adat Papua Tengah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Ombudsman Jakarta Raya Apresiasi Polda Metro Jaya Bongkar Dua Pabrik Obat Keras Ilegal Sukoharjo ​

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Said Iqbal dan Aktivis Buruh Beri Dukungan Moril Gabriel Lumbantoruan di Persidangan PN Jakarta Utara ​

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Dugaan Nepotisme dan Gelar Fiktif Politikus Demokrat, KPK Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru