DPR RI Minta Anggaran Penerimaan PPPK  Diaudit

Teras Media

- Penulis

Jumat, 29 Maret 2024 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Anggota Komisi II DPR RI Difriadi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar menjalankan tugas pengawasannya terhadap pelaksanaan Pemilu lebih optimal, Kamis (21/9/2023)

i

Keterangan foto : Anggota Komisi II DPR RI Difriadi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar menjalankan tugas pengawasannya terhadap pelaksanaan Pemilu lebih optimal, Kamis (21/9/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Persoalan yang banyak muncul pada Penerimaan ASN Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja. Hal itu diharapkan dapat dilakukan Audit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Hal tersebut dikatakan Anggota Komisi II DPR RI Difriadi saat Rapat Kerja dengan Menteri PANRB RI dan RDP dengan Kepala BKN,Senin (13/3/2024),

“Saya sangat menyayangkan anggaran untuk mengaudit sistim penerimaan ASN PPPK yang tidak tersedia, ” Kata Difriadi.

“Kemaren kita dapat info katanya bpkp tidak ada anggarannya untuk audi ” tambah Difriadi.

Menurut Difriadi, terkait PPPK banyak dijelaskan tentang penyimpangannya ataupun pelanggarannya.

“Soal PPPK banyak di jelaskan baik penyimpangan maupun pelanggaran yang di laksanakan,ini perlu koreksi, ” jelas Difri.

Difriadi pada kesempatan tersebut meminta agar dapat memback up anggaran BPKP untuk lakukan Audit.

“Saya kira yg perlu di perhatikan untuk Back Up BPKP untuk audit soal itu supaya anggaran tersedia dengan baik, * pungkas Difriadi.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Peringati Hari Lahir Pancasila, Firman Soebagyo Soroti Kesenjangan Ekonomi hingga Polarisasi Identitas
Puncak Arus Balik: KCIC Operasikan 6 Perjalanan Tambahan Whoosh ke Jakarta
Kasus Ekspor CPO: DPR Minta Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pencucian Uang
Peran Militer Kian Kuat di Era Prabowo, BaraNusa Ingatkan Keseimbangan Reformasi
Libur Panjang: Penumpang Whoosh Ramai, Manfaatkan KA Feeder Gratis
Pemindahan Alun-Alun Kepanjen Dipertanyakan, DPRD Minta Dokumen Lengkap
Firman Soebagyo Desak Evaluasi Ekspor Sawit Satu Pintu, Harga TBS Petani Terpuruk
Temuan BPK: Potensi Rugi Rp1,3 Triliun, Kejari Karawang Segel PT BAS, Kejagung Diminta Bertindak
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:52 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Firman Soebagyo Soroti Kesenjangan Ekonomi hingga Polarisasi Identitas

Senin, 1 Juni 2026 - 12:29 WIB

Puncak Arus Balik: KCIC Operasikan 6 Perjalanan Tambahan Whoosh ke Jakarta

Senin, 1 Juni 2026 - 00:15 WIB

Kasus Ekspor CPO: DPR Minta Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pencucian Uang

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:26 WIB

Peran Militer Kian Kuat di Era Prabowo, BaraNusa Ingatkan Keseimbangan Reformasi

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:35 WIB

Libur Panjang: Penumpang Whoosh Ramai, Manfaatkan KA Feeder Gratis

Berita Terbaru