Kebijakan Bahlil Hilangkan Gas 3 Kilogram di Pasaran Disebut Pembangkangan Politik

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 5 Februari 2025 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar Kebijakan Publik sekaligus Direktur Political and Puiblic Policy Studies (P3S) Jerry Massie, Kamis (16/1/2025)

i

Pakar Kebijakan Publik sekaligus Direktur Political and Puiblic Policy Studies (P3S) Jerry Massie, Kamis (16/1/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Direktur Eksecutif Political and Public Policy Studies (P3S), Dr. Jerry Massie, MA, PhD menyoroti terkait polemik hilangnya Gas tabung 3Kilogram yang membuat resah rakyat miskin dan para pengusaha kecil kaki lima. Dalam rencana kebijakan tersebut membuat pengecer tidak lagi boleh menjual dengan cara pendistribusian tidak disalurkan dari pangkalan.

“Atas kejadian ini membuat rakyat menderita, mereka tidak bisa masak untuk anak istri dan berjualan nasi selama hilangnya gas tabung 3Kg di pengecer. Kejadian ini ada indikasi pembangkangan politik dan sesat. Saya kira ada pembangkangan politik terhadap Presiden Prabowo. Kebijakannya memang jauh dari slogan dan visi Prabowo yang peduli rakyat kecil,” kata Jerry melalui saluran WhatsApp dikutif dari terasmedia.co , Jakarta, Rabu (5/2/2025).

“Aksi yang melarang penjualan gas elpiji 3 Kg bukan ide dan kebijakan Prabowo. Apa yang dilakukan Bahlil sungguh bertentangan dengan komitmen Pak Prabowo,” katanya lagi.

“Bahlil ini perlu di reshuffle, mana mungkin dia dulunya seorang sopir angkot dia lupa latar belakangnya, dia harusnya sadar dan kesempatan menjabat menteri harusnya jangan buat kebijakan yang konyol,” ungkapnya.

“Apa iya ini ada unsur kesengajaan dari Bahlil sendiri. Atau kalau sudah tak satu visi dengan Prabowo step down saja alias mengundurkan diri. Begitu pula kalau sudah tak mampu dan tak berkompeten menjadi Menteri ESDM,” ujarnya.

Lanjut Jerry, dia berharap jangan membuat gaduh dengan kebijakan yang membuat gaduh sampai ada yang meninggal dunia lantaran antri berjam-jam. Memang Bahlil sejak menjabat Ketua Golkar sudah merasa di atas angin. Saya sarankan Golkar juga harus mengevaluasi kepemimpinanya. Baru saja beberapa waktu dinobatkan sebagai menteri terburuk versi Celios kini membuat kekacauan.

“Beruntung Prabowo sudah membatalkan aturan Bahlil ini. Bisa saja menteri-menteri lain yang merupakan kaki tangan Jokowi akan membuat kebijakan di luar kemauan Presiden Prabowo,” pikirnya.

“Dan saya yakin nama-nama seperti Budi Arie (Ketua Projo)n Imanu Ebenhaezer (Ketua Joman) akan jadi batu sandungan di pemerintahan Pak Prabowo dan juga anak emas Jokowi si Pratikno dan Bahlil Lahadia. Mungkin akan muncul penghianatan dalam kabinet Prabowo khususnya dari kaki-tangan Jokowi,” paparnya.

“Inilalh akibatnya kalau Bahlil diangkat jadi Menteri ESDM yang bukan expert-nya (ahlinya), kacau jadinya,” tutupnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB