Ormas KITA LEBAK Dorong Pemanfaatan PSN Waduk Karian Sejahterakan Masyarakat

Teras Media

- Penulis

Rabu, 12 Februari 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ketua DPD KITA Kabupaten LEBAK, Muhamad Yusup, Rabu (12/2/2025)

i

Keterangan foto : Ketua DPD KITA Kabupaten LEBAK, Muhamad Yusup, Rabu (12/2/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Organisasi Masyarakat (Ormas) Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Kabupaten LEBAK menyebut pentingnya pemanfaatan Proyek Strategis Nasional (PSN) Waduk Karian sebagai sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD KITA Kabupaten LEBAK, Muhamad Yusup, Rabu (12/2/2025).

“PSN Waduk Karian ini memiliki potensi besar, tidak hanya sebagai infrastruktur pengairan, tetapi juga untuk budidaya ikan air tawar dengan sistem keramba apung serta pengembangan wisata air, ” kata Ketua Ormas DPD KITA Lebak Muhamad Yusuf.

Menurut Yusuf sapaan akrabnya, saat ini banyak masyarakat yang ingin memanfaatkan Waduk Karian untuk meningkatkan perekonomian mereka. Namun, kata Yusuf, masyarakat masih terkendala kurangnya informasi terkait prosedur dan regulasi perizinan.

“Oleh karena itu, KITA LEBAK mendesak pemerintah untuk lebih aktif dalam membuka akses informasi dan memberikan dukungan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam pemanfaatan waduk secara produktif dan berkelanjutan, ” tegas  Yusuf yang juga mantan Ketua BEM Unindra tersebut.

Waduk Karian: Potensi Besar yang Belum Dimanfaatkan Secara Optimal

Yusuf menjelaskan bahwa, Waduk Karian yang terletak di Kabupaten Lebak, Banten, merupakan salah satu proyek strategis nasional yang memiliki berbagai fungsi, termasuk sebagai penyedia air baku, pengendalian banjir, serta potensi energi listrik. Namun, kata Yusuf, hingga saat ini pemanfaatan waduk untuk sektor ekonomi masyarakat masih belum berjalan optimal.

“Sayamenilai bahwa jika Waduk Karian dikelola dengan baik dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat, maka akan berdampak signifikan terhadap perekonomian lokal. Salah satu sektor yang bisa dikembangkan adalah budidaya ikan air tawa dengan sistem keramba jaring apung (KJA), ” tutur Yusuf menjelaskan.

“Dengan luasnya waduk ini, masyarakat bisa diberdayakan untuk beternak ikan seperti nila, patin, dan lele yang memiliki permintaan pasar tinggi. Selain itu, sektor wisata air juga berpotensi besar, seperti perahu wisata, pemancingan, dan aktivitas rekreasi lainnya yang dapat menarik wisatawan,” tambah Yusup.

Kurangnya Informasi Perizinan Jadi Kendala Utama

Dikatakan Yusuf, salah satu kendala utama yang dihadapi masyarakat adalah kurangnya informasi mengenai perizinan dan tata cara pemanfaatan waduk. Kata Yusuf, banyak warga yang ingin memulai usaha di sekitar waduk tetapi tidak mengetahui prosedur yang harus ditempuh, baik terkait izin dari Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3), Dinas Perikanan, maupun Dinas Pariwisata.

“Kami mendesak pemerintah untuk memberikan informasi yang transparan mengenai regulasi pemanfaatan Waduk Karian. Saat ini masih banyak masyarakat yang bingung apakah mereka bisa memanfaatkan waduk ini untuk usaha, bagaimana cara mengajukan izin, dan instansi mana yang harus dihubungi,” tegas  Yusup.

Selain transparansi perizinan, kata Yusuf KITA LEBAK juga meminta adanya kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat, seperti kemudahan akses modal bagi pembudidaya ikan serta pelaku wisata di sekitar waduk. Kata Yusuf, program pelatihan dan pendampingan teknis juga dinilai penting agar usaha masyarakat bisa berjalan secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem waduk.

Harapan KITA LEBAK untuk Masa Depan Waduk Karian

Sebagai organisasi yang peduli terhadap kemajuan daerah, menurut Yusuf, KITA LEBAK berkomitmen untuk terus mengawal isu ini dan memastikan bahwa Waduk Karian dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kami tidak ingin waduk ini hanya menjadi proyek besar yang manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat. Harus ada keterlibatan aktif warga dalam pengelolaan sumber daya ini, baik dalam sektor perikanan maupun pariwisata,” ucap Yusup menjelaskan.

Ia berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti aspirasi ini dengan langkah nyata, seperti membuka informasi seluas-luasnya, memberikan regulasi yang lebih jelas dan berpihak kepada masyarakat, serta mengadakan program pemberdayaan yang dapat meningkatkan keterampilan warga dalam mengelola potensi Waduk Karian. Kata Yusuf, engan pemanfaatan yang tepat dan kebijakan yang mendukung, Waduk Karian bisa menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Lebak, Banten

“KITA LEBAK akan terus mendorong langkah-langkah strategis agar waduk ini dapat berkontribusi bagi kesejahteraan warga sekitar, ” tutup Yusuf.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ujung Kulon Terancam, Arif Rahman: Paru-Paru Dunia Butuh Perhatian
Optimisme Tinggi! Herman Khaeron dan Anton Suratto Pastikan Jabar Tetap Juara
Gagap Data Anggaran, Menteri Pariwisata Layak Di-Reshuffle
Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta
Kumpulan Catatan Pembuktian Persidangan Perdata Perkara CMNP Lawan Hary Tanoe dan MNC, Begini Faktanya
Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia, dan Menhan ke US. PROJO : Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar
Pekerja Koma Tak Punya BPJS, Kepala BGN Janji Investigasi SPPG di Langkat
Mubarok Institute Segera Temui Presiden Prabowo, Sampaikan Visi dan Misi Jangka Panjang
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 07:24 WIB

Ujung Kulon Terancam, Arif Rahman: Paru-Paru Dunia Butuh Perhatian

Kamis, 16 April 2026 - 01:37 WIB

Optimisme Tinggi! Herman Khaeron dan Anton Suratto Pastikan Jabar Tetap Juara

Rabu, 15 April 2026 - 22:30 WIB

Gagap Data Anggaran, Menteri Pariwisata Layak Di-Reshuffle

Rabu, 15 April 2026 - 20:38 WIB

Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Rabu, 15 April 2026 - 19:54 WIB

Kumpulan Catatan Pembuktian Persidangan Perdata Perkara CMNP Lawan Hary Tanoe dan MNC, Begini Faktanya

Berita Terbaru