Cegah Radikalisme, Ormas KITA Usul BNPT Pantau Rumah Ibadah

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 16 Februari 2025 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ketua Umum Ormas KITA, Maman Imanulhaq, Minggu (16/2/2025)

i

Keterangan foto : Ketua Umum Ormas KITA, Maman Imanulhaq, Minggu (16/2/2025)

Ikuti kami di Google News

JAKARTA – Ormas Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) mendorong Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk melakukan pemantauan rumah ibadah. Hal itu, sangat penting dalam upaya BNPT dalam menjaga NKRI.

“Yang ditekankan oleh BNPT ialah kolaborasi dengan semua elemen masyarakat. Menjaga persatuan dan kesatuan dimulai dari rumah ibadah, ” kata Ketua Umum Ormas KITA, Maman Imanulhaq, Minggu (16/2/2025)

Anggota DPR RI dapil Jawa Barat tersebut menjelaskan bahwa titik tekan BNPT adalah memberikan edukasi kepada penceramah (pesantren) agar memberikan pencerahaan untuk tidak saling membenci dan memaki, sehingga tercipta toleransi. Kata Maman, bahwa benih radikalisme dan terorisme adalah intoleransi dan anti perbedaan. Padahal menurutnya, perbedaan adalah sebuah takdir yang sulit dielakkan.

“Nah tugas edukasi itulah dilakukan oleh pengelola rumah ibadah. Diberi pengertian bahwa Indonesia adalah negeri majemuk. Dan perbedaan adalah hukum alam (sunnatullah),” ucap Legislator dari partai PKB tersebut.

Sebab itu, legislator Senayan tersebut mendorong kepada sejumlah ormas untuk menciptakan mekanisme kolaboratif yang matang dan mantap. Dikatakan Maman, dengan jejaring Ormas KITA di berbagai daerah, pihaknya siap berkolaborasi dan berkontribusi dalam pencegahan radikalisme di rumah ibadah.

“Di satu sisi, lebih teknis pengelola rumah ibadah menyiapkan sumber daya manusia atau tokoh agama yang mengedepankan cinta kasih. Menghindari para penceramah yang membabi-buta menyebarkan ajaran-ajaran kebencian dan intoleransi. Ormas KITA siap ikut terlibat bareng BNPT cegah bahaya radikalisme tumbuh di rumah ibadah, ” cerita Maman.

Sementara di sisi pemerintah, menyiapkan regulasi yang dapat menguatkan benih-benih kebangsaan. Serta menyiapkan mekanisme dalam rangka membangun kesadaran kolektif terkait urgensi moderasi dalam beragama.

“Apalagi kebebasan beragama dan berekspresi dijamin oleh konstitusi negara kita. Sebaiknya gotong royong ini ditujukan untuk menguatkan benih-benih kebangsaan agar tidak mudah dikoyak oleh kepentingan sementara,” tutup Maman.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran
Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya
Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai
KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan
 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi
Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri
Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran
 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:47 WIB

KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:39 WIB

 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi

Berita Terbaru