Menag Nasaruddin Umar Sampaikan Gagasan Moderasi Beragama dan Ekoteologi di Georgetown University

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 22 Mei 2025 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa (Red)

i

Foto Istimewa (Red)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Washington Dc – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan visi Indonesia sebagai model dialog antaragama, perdamaian, dan keadilan sosial. Hal ini disampaikan Menag Nasaruddin dalam sebuah forum internasional di Georgetown University yang diselenggarakan oleh School of Foreign Service Institute for the Study of Diplomacy dan Alwaleed Center for Muslim-Christian Understanding, Selasa (20/5/2025).

Menag menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara dengan keragaman luar biasa—lebih dari 700 bahasa, 1.300 suku bangsa, enam agama resmi, dan ratusan kepercayaan lokal. Dalam konteks ini, agama tidak hanya menjadi identitas spiritual, tetapi juga elemen penting dalam menjaga kohesi sosial dan stabilitas politik.

“Tidak ada kebijakan strategis di Indonesia yang diambil tanpa mempertimbangkan nilai-nilai agama,” ujar Nasaruddin yang juga pernah menempuh studi post-doktoral di Georgetown University,

Ia menegaskan bahwa kebebasan beragama dijamin konstitusi, namun harus dijalankan dengan tanggung jawab dan penghormatan terhadap hak orang lain. Ini adalah wujud moderasi beragama di Indonesia.

*FondasCurriculum of Love: Toleransi sebagai Fondasi

Salah satu program prioritas Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Nasaruddin adalah Curriculum of Love, yaitu kurikulum berbasis cinta kasih yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan penghargaan terhadap keragaman dalam sistem pendidikan.

“Kami menanamkan bahwa menjadi orang beragama berarti menjadi warga negara yang baik. Toleransi bukan berarti menyamakan semua agama, melainkan menghormati perbedaan dan membiarkan setiap orang menjalankan keyakinannya dengan bebas,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya merawat tradisi lokal sebagai bagian dari ekspresi keberagamaan yang hidup dan dinamis.

Nasional Kesetaraan Gender sebagai Agenda Nasional

Dalam forum tersebut, Nasaruddin juga menggarisbawahi komitmen Indonesia dalam mendorong kesetaraan gender. Menurutnya, pendekatan berbasis agama telah berhasil membuka akses pendidikan dan partisipasi politik yang lebih luas bagi perempuan.

“Di Indonesia, tidak kurang dari 25 persen lembaga pendidikan dijalankan oleh organisasi keagamaan. Mereka menjadi garda depan dalam pemberdayaan perempuan,” kata Nasaruddin. Ia menyebut gerakan perempuan di Indonesia sebagai salah satu yang paling berhasil dalam dunia Islam.

Ekoteologi: Iman yang Ramah Lingkungan

Menag juga memperkenalkan konsep ekoteologi, yakni pendekatan keagamaan yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ibadah. Dalam pandangannya, penyebab utama krisis lingkungan global bukan hanya teknologi, melainkan cara pandang manusia terhadap dirinya dan alam semesta.

“Menanam pohon adalah ibadah ekologis. Itu bentuk nyata dari cinta kepada Tuhan dan ciptaan-Nya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama telah menggagas gerakan penanaman pohon di lingkungan sekolah, kantor, dan rumah ibadah untuk membangun kesadaran ekologis kolektif.

Gugun Gumilar Staf Khusus Menteri Agama yang juga hadir dalam forum tersebut juga menambahkan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya dan agama.

“Salah satu prinsip utama yang dianut bangsa ini adalah “Bhinneka Tunggal Ika” atau “berbeda-beda tetapi tetap satu”, tegas Gugun

Gugun Gumilar juga mengatakan dalam konteks keberagaman, moderasi beragama memiliki peran penting untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. (Yusuf)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB