Minimnya Keterlibatan Orang Prabowo Disorot, Program Presiden Terancam Mandek

Avatar photo

- Penulis

Senin, 26 Mei 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Presiden Prabowo Subianto

i

Foto Presiden Prabowo Subianto

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Gerakan Ekonomi Kreatif 08 Banten (Gerak 08 Banten) menyoroti minimnya keberadaan orang-orang dekat Presiden Prabowo Subianto di lingkungan pemerintahan, termasuk di jajaran kabinet dan direksi BUMN. Hal ini dinilai menjadi faktor yang melemahkan efektivitas Presiden Prabowo dalam merealisasikan berbagai program strategisnya, 26 Mei 2025.

Ketua Gerak 08 Banten, Mohamad Rohim, menyatakan bahwa dominasi tokoh-tokoh lama yang merupakan titipan dari periode pemerintahan sebelumnya masih sangat kuat. Situasi ini dinilai berpotensi menghambat laju perubahan yang dijanjikan Presiden Prabowo kepada rakyat.

“Pak Prabowo dan lingkaran dekatnya perlu memetakan dengan jelas mana kawan dan mana lawan. Jangan sampai memelihara ‘buaya’ dari kecil, yang ketika besar justru memangsa yang membesarkannya,” ujar Rohim.

Ia menambahkan bahwa posisi-posisi strategis seharusnya diisi oleh orang-orang yang loyal dan sejalan dengan visi Prabowo Subianto, bukan oleh figur yang justru menciptakan kebingungan atau bahkan menjerumuskan arah kebijakan presiden.

Menurut Rohim, langkah korektif sangat diperlukan agar program-program prioritas nasional bisa dijalankan secara optimal. “Jangan sampai Presiden terhambat karena dikelilingi oleh orang-orang yang tidak mendukung arah perubahan yang beliau bawa,” tegasnya.

Gerak 08 Banten berharap evaluasi menyeluruh terhadap struktur pemerintahan dapat segera dilakukan, demi memperkuat posisi Presiden Prabowo dalam menunaikan janji-janji politiknya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB