Dapur Sekolah adalah Solusi Anti Keracunan, Pemerintah Harus Satset

Teras Media

- Penulis

Jumat, 26 September 2025 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Pelaksanaan uji coba Dapur Sekolah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan SDN Ngupasan Jogjakarta pada 22 September 2025 lalu.

i

Keterangan foto : Pelaksanaan uji coba Dapur Sekolah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan SDN Ngupasan Jogjakarta pada 22 September 2025 lalu.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JOGJAKARTA – Pelaksanaan uji coba Dapur Sekolah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan SDN Ngupasan Jogjakarta pada 22 September 2025 lalu menyisakan banyak pengalaman baru. Ternyata bahan-bahan makanan seperti beras, sayur, daging, telor, buah dan bumbu masak dibeli dari masyarakat sekitar sekolah. Hal ini diakui oleh salah satu petugas masak, ibu Utis.

“Iya, kami beli dari masyarakat sekitar di sini, di warung-warung terdekat. Kalau kurang, bisa ke pasar, tidak jauh kok,” katanya kepada wartawan.

Hal ini dibenarkan juga oleh Rusmini, guru yang ditugaskan sebagai penanggungjawab pelaksanaan uji coba Dapur Sekolah SDN Ngupasan.

Rusmini mengatakan dengan memberdayakan masyarakat sekitar berarti mendukung program Badan Gizi Nasional (BGN) yang menginstruksikan agar keterlibatan masyarakat lokal diutamakan. Dengan demikian kata Rusmini, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sekitar sekolah atau para guru yang punya usaha UMKM bisa berperan dalam program ini.

Sementara Fadhil As Mubarok atau Gus Fadhil, Chairman Mubarok Institute tetap meyakini bahwa Dapur Sekolah merupakan solusi paling tepat dalam mengatasi persoalan pelaksanaan MBG oleh SPPB (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

Banyaknya kasus keracunan massal bahkan berulang di tempat yang sama seharusnya menjadi bahan evaluasi total terhadap pelaksanaan Dapur Umum MBG.

Satu Dapur Umum SPPG kata Gus Fadhil harus melayani minimal 3000 porsi, artinya beban kerjanya terlalu berat. Karena terlalu berat maka, efektivitas kerja berkurang.

Tak hanya itu, jarak antara masak, pengemasan hingga penyajian dan disantap oleh anak-anak membutuhkan waktu berjam-jam. Dengan demikian telah terjadi kontaminasi zat-zat dalam makanan yang tertutup rapat.

Gus Fadhil berharap pemerintah bisa merespons beberapa sekolah yang sudah berani melakukan uji coba Dapur Sekolah dan sukses.

“Praktek dan fakta sudah ada. Proses berjalan lancar, tidak ada kendala apalagi keracunan, seharusnya pemerintah sudah bisa memutuskan, ” tegasnya.

Seperti diketahui SDN Ngupasan Jogjakarta telah berhasil melakukan uji coba Dapur Sekolah yang disaksikan oleh para pihak mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Babinsa, Babinkamtibmas, Komite, dan Paguyuban Orangtua. Uji coba berjalan lancar di mana para murid melahap makanan tanpa sisa.

Hal ini bisa terjadi karena makanan dimasak di Dapur Sekolah yang memastikan hasil masakannya masih panas.

Hal positif lainnya menurut Gus Fadhil adalah Dapur Sekolah nyata nyata melibatkan masyarakat lokal. Sayur, buah, telor, dan daging dibeli dari para orang tua dan pedagang terdekat, bukan disuplai oleh pengusaha besar. Semua pihak dalam lingkungan sekolah terlibat.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kejagung Didesak Periksa Direksi PT MBA Terkait Tender Rp121 Miliar Kemenag
Arifki Chaniago: Karir Jokowi Dibentuk Banyak Faktor, Bukan Satu Orang
Kritik Keras Jerry: Ahmad Ali Kutu Loncat Politik, Diduga Cari Safety Kasus
Soroti Kejanggalan Fiskal, Jerry: Gubernur Tak Tahu Jaga Uang Rakyat
Pertalite dan Solar Tidak Naik, Bukti Pemerintah Berpihak Rakyat Kecil
Sri Rahayu Korban Kecelakaan, Achmad Ismail: Ini Pelanggaran Hukum yang Nyata
Anak-Istri Bintoro Jadi ‘Tahanan Rumah’ Kurator sejak 2025, Bintoro Ungkap Dugaan Pemalsuan Dokumen Pailit
Ketegangan Timur Tengah Meningkat, DPR Minta Pemerintah Lindungi Kapal Pertamina
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:20 WIB

Kejagung Didesak Periksa Direksi PT MBA Terkait Tender Rp121 Miliar Kemenag

Senin, 20 April 2026 - 14:53 WIB

Arifki Chaniago: Karir Jokowi Dibentuk Banyak Faktor, Bukan Satu Orang

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Kritik Keras Jerry: Ahmad Ali Kutu Loncat Politik, Diduga Cari Safety Kasus

Senin, 20 April 2026 - 13:20 WIB

Soroti Kejanggalan Fiskal, Jerry: Gubernur Tak Tahu Jaga Uang Rakyat

Senin, 20 April 2026 - 11:12 WIB

Sri Rahayu Korban Kecelakaan, Achmad Ismail: Ini Pelanggaran Hukum yang Nyata

Berita Terbaru