Steven Izaac Risakotta:Penguatan Lembaga Harus Jadi Prioritas

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 19 November 2025 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PP AMPG sekaligus Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Steven Izaac Risakotta

i

Ketua PP AMPG sekaligus Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Steven Izaac Risakotta

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta– Ketua PP AMPG sekaligus Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Steven Izaac Risakotta, menegaskan bahwa usulan menjadikan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai kementerian bukanlah langkah yang tepat. Ia menilai bahwa misi BPIP sebagai lembaga pembinaan ideologi bangsa justru bisa terganggu jika dimasukkan dalam struktur birokrasi kementerian yang lebih kaku dan kompleks.

Pernyataan ini sekaligus merespons pandangan Anggota Baleg DPR RI, Firman Soebagyo, yang sebelumnya menolak penyetaraan BPIP dengan kementerian. Steven menyebut bahwa apa yang disampaikan Firman adalah cerminan kepedulian terhadap masa depan pembinaan Pancasila, 19 November 2025.

“BPIP itu lembaga ideologi. Ia butuh fleksibilitas, keberanian, dan ruang gerak cepat untuk terjun langsung ke masyarakat. Kalau disetarakan dengan kementerian, justru bisa terkekang birokrasi dan kehilangan fokus utama,” ujar Steven.

Dukungan Tokoh Agama Jadi Penguat Sikap Steven juga menyoroti dukungan dari berbagai tokoh agama yang hadir dalam pembahasan di Baleg DPR. Mulai dari MUI, NU, Dewan Gereja, hingga tokoh Hindu, semuanya menyatakan keberatan jika BPIP dijadikan kementerian.

Menurut Steven, dukungan lintas agama ini menunjukkan bahwa isu BPIP bukan hanya persoalan struktur politik, tetapi menyangkut tanggung jawab bersama menjaga nilai Pancasila tetap berada di ruang yang benar.

“Ketika para tokoh agama satu suara, itu berarti ada kehati-hatian kolektif. Mereka juga menilai BPIP lebih efektif bila diposisikan sebagai lembaga khusus, bukan kementerian. Ini harus diperhatikan serius,” tegasnya.

Penguatan Lebih Penting daripada Penyetaraan

Alih-alih mengubah posisi BPIP, Steven menilai bahwa penguatan lembaga adalah langkah yang paling logis dan bermanfaat. Ia menekankan tiga hal yang perlu diperkuat:

Kewenangan dan ruang intervensi program ideologi, agar BPIP dapat bekerja lebih strategis.

Penambahan anggaran dan SDM berkualitas, sehingga program pembinaan Pancasila bisa menjangkau lebih banyak daerah dan kelompok masyarakat.

Koordinasi lintas lembaga, tanpa merubah BPIP menjadi kementerian, agar pembinaan nilai kebangsaan tetap berjalan efektif tanpa tumpang tindih kewenangan.

“Langkah penguatan justru lebih substansial dibanding sekadar memberi status kementerian. Yang kita butuhkan adalah efektivitas, bukan simbol jabatan,” kata Steven.

Menjaga Arah Ideologi Bangsa
Di akhir pernyataannya, Steven menegaskan bahwa Pancasila adalah fondasi moral seluruh kehidupan berbangsa. Karena itu, memperkuat BPIP harus dilakukan dengan cara yang paling aman dan paling relevan, yaitu melalui efisiensi kelembagaan.

“Penguatan BPIP berarti menjaga arah bangsa tetap lurus. Kita tidak boleh salah langkah. Yang kita butuhkan adalah lembaga yang kuat, bukan birokrasi yang semakin berat,” tutup Steven.

Dyt

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB