Unhan RI dan FSI Gelar FGD Bahas Strategi Indonesia Hadapi Eskalasi di Indo-Pasifik

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 10 Desember 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) bekerja sama dengan Forum Sinologi Indonesia (FSI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menghadapi Risiko Eskalasi di Indo-Pasifik: Strategi Indonesia Menjaga Kepentingan Nasional di Tengah Rivalitas China–Jepang” pada Senin, 8 Desember 2025 di Kampus Unhan RI, Salemba, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar pertahanan, intelijen strategis, dan hubungan internasional untuk membahas meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Indo Pasifik dan dampaknya terhadap stabilitas keamanan nasional. Rivalitas China dan Jepang dinilai menjadi faktor signifikan yang dapat memengaruhi jalur perdagangan, keamanan maritim, serta posisi diplomasi Indonesia di tengah dinamika kawasan.

Dalam diskusi, para narasumber menyoroti tiga langkah strategis yang perlu diperkuat pemerintah Indonesia.

Pertama, peningkatan kapasitas pertahanan melalui modernisasi alutsista dan kesiapan sumber daya manusia. Kedua, pelaksanaan diplomasi aktif dan seimbang untuk menjaga kepentingan nasional tanpa terjebak dalam blok politik tertentu. Ketiga, penguatan kerja sama regional melalui mekanisme multilateral guna memastikan stabilitas dan keamanan jangka panjang.

Rekomendasi kebijakan dirumuskan sebagai keluaran dari FGD untuk disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan penyusunan strategi pertahanan dan diplomasi Indonesia ke depan. Tujuannya agar Indonesia tetap menjadi aktor kunci dalam arsitektur keamanan Indo-Pasifik.

Pengamat pertahanan sekaligus alumni Unhan RI, Ario Seno, menilai kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap perkembangan geopolitik. Menurutnya, masyarakat tidak boleh bersikap pasif.

“Dinamika global berkembang pesat, masyarakat harus tanggap dan responsif, bukan hanya menjawab ‘tidak tahu’ atau ‘tidak mengikuti’,” tegasnya.

Ario juga mengapresiasi penyelenggaraan FGD sebagai ruang pertukaran informasi dan ide untuk pengembangan strategi pertahanan nasional. Ia menyampaikan penghargaan kepada FSI yang menginisiasi kegiatan ini serta mendorong agar forum serupa terus dilakukan sebagai kontribusi pemikiran dalam upaya menjaga kepentingan strategis Indonesia di masa mendatang.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Biang Kerok Blackout Listrik Nasional, MataHukum: Seret PT OBP, PT RAP, dan PT BRA ke Penjara
KOSMAK Kirim Surat ke Presiden Prabowo, Usulkan Copot Jaksa Agung
Sudah Sebulan Belum Ditindaklanjuti, Lansia 83 Tahun Penjaga Tanah Wakaf Terancam Demo di Mabes Polri
Gede Sandra: Patriot Bond Solusi Pulihkan Kerugian SDA Akibat Praktik Transfer Pricing
PMI Manufaktur Anjlok ke 46,9, Infast Bestari Dorong Kemenperin Percepat Langkah Konkret
Mantan Kapuspenkum RJ Soehandoyo: Persatuan dan Doa Kunci Pulihkan Kehormatan Korps Adhyaksa
Kemendagri Tunjuk Bank Banten sebagai BPD Percontohan Implementasi Transaksi Elektronifikasi Dalam Peningkatan PAD 
Penetapan Febrie Adriansyah Tersangka, BaraNusa Minta Kasus Batu Bara Dibongkar Hingga Tuntas
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:15 WIB

Biang Kerok Blackout Listrik Nasional, MataHukum: Seret PT OBP, PT RAP, dan PT BRA ke Penjara

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:06 WIB

Sudah Sebulan Belum Ditindaklanjuti, Lansia 83 Tahun Penjaga Tanah Wakaf Terancam Demo di Mabes Polri

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:30 WIB

Gede Sandra: Patriot Bond Solusi Pulihkan Kerugian SDA Akibat Praktik Transfer Pricing

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:01 WIB

PMI Manufaktur Anjlok ke 46,9, Infast Bestari Dorong Kemenperin Percepat Langkah Konkret

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:58 WIB

Mantan Kapuspenkum RJ Soehandoyo: Persatuan dan Doa Kunci Pulihkan Kehormatan Korps Adhyaksa

Berita Terbaru