Mantan Kapuspenkum RJ Soehandoyo: Persatuan dan Doa Kunci Pulihkan Kehormatan Korps Adhyaksa

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung sekaligus Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, RJ Soehandoyo,

i

Mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung sekaligus Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, RJ Soehandoyo,

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Situasi berat yang sedang melanda Kejaksaan Republik Indonesia menyentuh hati mereka yang telah mendedikasikan puluhan tahun hidupnya hingga purna tugas. Mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung sekaligus Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, RJ Soehandoyo, mengajak seluruh alumni, baik mantan jaksa maupun tenaga tata usaha untuk menjadikan doa kepada Allah SWT sebagai langkah utama menghadapi cobaan ini.

“Kita boleh berbeda pendapat, menyampaikan penilaian, kritik, bahkan merasa kecewa. Namun jiwa korps harus tetap kita gemakan dengan tekad: maju terus pantang menyerah. Lembaga yang selama ini suaranya lantang dan memiliki banyak prestasi harus kita bangun kembali dengan cepat,” ujar RJ Soehandoyo saat memberikan pernyataan, Selasa (14/7/2026).

Pria berkacamata tersebut menekankan peristiwa yang memprihatinkan belakangan ini harus menjadi pelajaran berharga bagi generasi penerus untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan kinerja lembaga. Bagi rekan-rekan yang sedang terkena musibah, ia memohon agar tetap tabah dan tegar menghadapi ujian.

“Izinkan saya mengajak membuka mata dan hati untuk saling memaafkan serta mendoakan. Semoga dengan ridho Allah SWT, penanganan kasus ini segera selesai dengan baik, cepat, tepat, dan berkeadilan. Seperti nasihat orang tua: boleh tega sakitnya, tetapi jangan tega matinya. Amin,” tambahnya dengan harapan tulus.

Mengabdi selama 40 tahun di lingkungan kejaksaan, RJ Soehandoyo mengaku hatinya terguncang melihat prestasi gemilang yang diraih di bawah kepemimpinan Jaksa Agung RI ST. Burhanuddin, namun kini dihadapkan pada dinamika yang cukup berat.

Cinta Lembaga Teruji di Masa Sulit

Menurutnya, rasa sedih dan terguncang itu sangat wajar bagi siapa saja yang pernah mengabdi di lembaga ini.

“Darah, keringat, dan sejarah hidup kita tertanam di sini. Di saat seperti ini, justru persatuan dan keteguhan hati sangat diuji. Kita tidak boleh terpecah, apalagi saling menjatuhkan,” tegasnya.

Perbedaan pandangan dan kritik adalah hal yang wajar dalam proses perbaikan, namun harus tetap disertai harapan agar proses hukum berjalan seadil-adilnya tanpa campur tangan pihak mana pun.

“Prestasi yang sudah diraih selama ini adalah bukti kerja keras seluruh insan Adhyaksa. Jangan sampai satu peristiwa menutup seluruh sejarah kebaikan lembaga. Mari kita tunggu prosesnya selesai dengan kepala dingin, sambil terus mendoakan yang terbaik bagi rekan kita dan bagi Kejaksaan,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan makna mendalam dari pesan “boleh tega sakitnya, jangan tega matinya”: ujian memang ada, namun semangat dan kehormatan lembaga penegak hukum ini tidak boleh runtuh.

“Kita harus berani memperbaiki apa yang kurang tepat, namun tetap teguh menjaga kehormatan. Inilah wujud cinta sejati kita kepada Kejaksaan: tidak menutup mata dari kekurangan, namun juga tidak kehilangan harapan untuk membangun kembali menjadi lebih kuat dan lebih baik,” pungkas RJ Soehandoyo.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kemendagri Tunjuk Bank Banten sebagai BPD Percontohan Implementasi Transaksi Elektronifikasi Dalam Peningkatan PAD 
Penetapan Febrie Adriansyah Tersangka, BaraNusa Minta Kasus Batu Bara Dibongkar Hingga Tuntas
Aktivis Anti Korupsi : Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PU
Soroti Pelibatan Aparat Non-Penegak Hukum, Dukung Polri Usut Tuntas Kasus Korupsi ​
Kasus Korupsi Batu Bara dan TPPU: Maulana Sai Minta Polri, Kejagung TNI Tetap Profesional, Hukum Jadi Panglima
Kejagung Minta Masyarakat Bersabar: Jangan Terburu Ambil Kesimpulan Berita, Tunggu Hasil Penyidikan Resmi Polri ​
Formabes Tantang Komdigi Sikat Aplikasi Dazz Diduga Fasilitasi Judol
Skandal Batu Bara, Muncul Desakan Periksa Menteri ESDM dan Dirut PLN Menguat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:58 WIB

Mantan Kapuspenkum RJ Soehandoyo: Persatuan dan Doa Kunci Pulihkan Kehormatan Korps Adhyaksa

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:34 WIB

Kemendagri Tunjuk Bank Banten sebagai BPD Percontohan Implementasi Transaksi Elektronifikasi Dalam Peningkatan PAD 

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:38 WIB

Penetapan Febrie Adriansyah Tersangka, BaraNusa Minta Kasus Batu Bara Dibongkar Hingga Tuntas

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:06 WIB

Aktivis Anti Korupsi : Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PU

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:05 WIB

Soroti Pelibatan Aparat Non-Penegak Hukum, Dukung Polri Usut Tuntas Kasus Korupsi ​

Berita Terbaru