16 Lansia Tewas di Manado, KH Maman Imanulhaq Dorong Reformasi Total Standar Keselamatan Panti

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 30 Desember 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. KH. Maman Imanulhaq, MM,

i

Keterangan foto: Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. KH. Maman Imanulhaq, MM,

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. KH. Maman Imanulhaq, MM, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kebakaran yang melanda Panti Jompo Werdha Damai, Kota Manado, yang menewaskan 16 orang lanjut usia dan melukai beberapa penghuni lainnya.

“Peristiwa ini adalah tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. Para lansia merupakan kelompok paling rentan yang seharusnya mendapatkan perlindungan maksimal dari negara dan seluruh penyelenggara layanan sosial,” ujar Kiai Maman dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (29/12).

Dewan Syuro DPP PKB itu menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak bahwa sistem keselamatan di fasilitas pelayanan lansia di Indonesia masih memerlukan perhatian serius.

“Komisi VIII DPR RI akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap seluruh panti jompo dan panti sosial, baik milik pemerintah maupun swasta. Standar keselamatan kebakaran, kelayakan bangunan, jalur evakuasi, serta kesiapsiagaan petugas harus dipastikan benar-benar berjalan, bukan hanya formalitas administrasi,” tegasnya.

Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi itu pun mendukung penuh langkah aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran tersebut. Menurutnya, investigasi harus dilakukan secara transparan guna memastikan apakah terdapat unsur kelalaian, pelanggaran standar keselamatan, atau lemahnya sistem pengawasan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor antara Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dinas pemadam kebakaran, serta pengelola panti untuk menyusun kebijakan perlindungan lansia yang lebih komprehensif dan implementatif.

“Kita tidak boleh membiarkan tragedi seperti ini terulang. Negara harus hadir bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi sejak awal dengan sistem perlindungan yang kuat bagi kelompok rentan, khususnya para lansia,” pungkasnya

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran
Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya
Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai
KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan
 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi
Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri
Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran
 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:47 WIB

KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:39 WIB

 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi

Berita Terbaru