Wakil Ketua Komisi I DPR RI Minta Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Kasus Penculikan Empat WNI di Afrika Tengah

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, Rabu (14/1/2026)

i

Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, Rabu (14/1/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari partai Golkar Dave Laksono meminta pemerintah bertindak cepat dalam menangani kasus penculikan empat warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok bajak laut. Penculian terjadi oleh kelompok penyerang bersenjata di perairan pantai Gabon, Afrika Tengah.

“Pemerintah harus bertindak cepat, tegas, dan diplomatis dalam menghadapi kasus ini, sekaligus memperkuat mekanisme perlindungan jangka panjang. Insiden di Gabon menjadi pelajaran penting bahwa perlindungan WNI di luar negeri adalah bagian integral dari politik luar negeri Indonesia, dan negara tidak boleh absen dalam menjalankan kewajiban tersebut,” kata Dave kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

“Komisi I DPR RI mendorong pemerintah untuk segera melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Gabon serta pihak-pihak terkait di kawasan Teluk Guinea. Diplomasi yang aktif dan terarah melalui Kementerian Luar Negeri menjadi kunci, baik dalam menjalin komunikasi dengan aparat keamanan setempat maupun dalam membangun dukungan internasional,” kata Dave.

Politisi pohin beringin tersebut menekankan keselamatan empat WNI harus menjadi prioritas utama. Hal ini juga, kata Dave untuk menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi warganya di mana pun berada.

“Pemerintah harus memastikan bahwa keselamatan para sandera menjadi prioritas utama, sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam melindungi warganya di manapun mereka berada,” ucap Dave.

Dalam jangka panjang, kata Dave, pemerintah harus memperkuat sistem perlindungan WNI yang bekerja di perairan internasional. Dave menyebut pemerintah harus segera meningkatkan kerja sama keamanan maritim dengan negara-negara sahabat di kawasan Afrika.

“Pemerintah juga perlu memperkuat sistem perlindungan jangka panjang bagi WNI yang bekerja di sektor perikanan dan pelayaran internasional. Pendataan yang lebih ketat, pelatihan keselamatan, serta kerja sama keamanan maritim dengan negara-negara sahabat di kawasan Afrika harus segera ditingkatkan,” ujar Dave.

“Indonesia juga perlu mengambil peran aktif dalam forum internasional terkait keamanan maritim, sehingga suara kita didengar dan kepentingan WNI terlindungi secara berkelanjutan,” tambah Dave.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga telah berkoordinasi dengan otoritas setempat. Koordinasi itu untuk memastikan keselamatan korban.

“KBRI di Yaounde, Kamerun, yang wilayah akreditasi kerjanya merangkap Gabon, telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Liberville (ibu kota Gabon),” kata Jubir Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl, saat dihubungi detikcom, Selasa (13/1).

Diketahui, kelompok bajak laut itu menculik sembilan orang pelaut, 4 diantaranya merupakan WNI yang merupakan awak kapal. Pihak KBRI juga meminta bantuan ke otoritas Gabon untuk membantu penyelamatan WNI korban penculikan.

“KBRI juga mengupayakan permohonan bantuan Pemerintah Gabon untuk dukungan bantuan dan keselamatan bagi para WNI tersebut,” katanya.

Kemlu belum dapat menyampaikan informasi lebih rinci terkait hal itu, Kemlu meminta masyarakat mengikuti perkembangan.

Sekedar informasi, peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam di kapal penangkap ikan berbendera Gabon. Kelompok penyerang bersenjata menaiki kapal penangkap ikan di lepas pantai Gabon. Mereka lalu menculik sembilan orang pelaut, 4 diantaranya merupakan WNI yang merupakan awak kapal.

“Serangan ini, yang dilakukan oleh tiga orang bersenjata, menyebabkan penculikan sembilan awak kapal, termasuk lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia,” kata kepala staf angkatan laut Hubert Bekale Meyong dalam pernyataan video yang disiarkan oleh media Gabon, dilansir AFP.

Kejadian itu merupakan aksi pembajakan terbaru di Teluk Guinea, yang membentang lebih dari 5.700 kilometer (3.500 mil) dari Senegal hingga Angola di lepas pantai barat Afrika.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB