Hina Mahasiswa ‘Monyet’, Gema Kosgoro Desak Waka BGN Dicopot

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ketua Bidang Kaderisasi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gema Kosgoro, Agus Syarifudin, Rabu (25/2/2026)

i

Keterangan foto : Ketua Bidang Kaderisasi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gema Kosgoro, Agus Syarifudin, Rabu (25/2/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JAKARTA – Ruang digital publik kembali dihentak oleh perilaku nir-etika pejabat negara. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol. Sony Sonjaya, yang diduga melakukan penghinaan terhadap Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. Bukannya menjawab kritik substansial dengan data, pejabat tinggi tersebut justru membalas aspirasi mahasiswa dengan tiga emoji monyet di kolom komentar media sosial.

​Menanggapi tindakan arogan tersebut, Ketua Bidang Kaderisasi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gema Kosgoro, Agus Syarifudin, melontarkan kecaman keras. Ia menilai perilaku tersebut bukan sekadar khilaf digital, melainkan bentuk nyata dari pembungkaman nalar kritis dan degradasi moral pejabat publik.

​Pejabat Antikritik, Demokrasi Tercekik
​”Sangat memuakkan melihat seorang pejabat negara yang digaji dari pajak rakyat, justru membalas kritik anak muda dengan simbol yang merendahkan martabat manusia. Ini adalah bentuk ‘premanisme digital’ yang dilakukan oleh elit penguasa terhadap mahasiswa yang sedang memperjuangkan keadilan gizi bangsa,” tegas Agus Syarifudin dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2).

​Agus menekankan bahwa apa yang dilakukan oleh Ketua BEM UGM adalah bentuk cinta terhadap negara melalui fungsi kontrol sosial. Namun, respon yang diterima justru menunjukkan wajah kekuasaan yang alergi terhadap pemikiran berbeda.

​”Ketika argumen sudah mati, maka cacian yang keluar. Penggunaan emoji monyet terhadap mahasiswa adalah penghinaan terhadap intelektualitas. Jika penguasa tidak lagi mampu berdialog secara bermartabat, maka ia tidak layak memegang mandat rakyat!” ujar Agus dengan nada keras.

​Seruan Perlawanan: “Kepung BGN, Copot Sony Sonjaya!”

​DPN Gema Kosgoro secara tegas menyatakan tidak akan membiarkan tindakan pelecehan ini berlalu begitu saja. Agus Syarifudin memberikan ultimatum kepada pemerintah untuk segera mengambil langkah tegas terhadap Wakil Kepala BGN tersebut.

​Poin-poin tuntutan Gema Kosgoro:
• ​Pencopotan Jabatan: Mendesak Kepala BGN dan Presiden untuk segera mencopot Irjen Pol. Sony Sonjaya dari jabatannya karena telah melanggar kode etik dan mencederai integritas institusi publik.

• ​Permohonan Maaf Terbuka: Menuntut permintaan maaf secara resmi kepada seluruh mahasiswa Indonesia atas tindakan yang tidak edukatif dan tidak beradab tersebut.

• ​Mobilisasi Massa: Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan konkret, Gema Kosgoro menyatakan siap menggerakkan gelombang demonstrasi untuk mengepung Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).

​Pesan untuk Mahasiswa: Jangan Biarkan Nurani Dibungkam
​Menutup pernyataannya, Agus Syarifudin mengirimkan pesan semangat bagi seluruh elemen mahasiswa di Indonesia:

​”Kepada rekan-rekan mahasiswa di seluruh penjuru negeri, lihatlah hari ini. Mereka ingin kita diam dengan cara dihinakan. Jika hari ini Ketua BEM UGM disamakan dengan monyet karena bicara kebenaran, besok lusa mulut kita semua akan dijahit oleh keangkuhan mereka. Jangan takut! Mahasiswa adalah penjaga terakhir nurani bangsa. Mari kita merapatkan barisan, lawan setiap jengkal arogansi penguasa!” tutupnya.

Penulis : Nanang

Editor : Red

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 33 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru