Terasmedia.co Jakarta – Eskalasi perang antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran terus memanas. Militer Israel mengklaim telah melancarkan serangan udara yang menyasar kompleks kepemimpinan Iran di Teheran, termasuk kantor kepresidenan dan gedung Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari AFP, Selasa (3/3/2026), militer Israel menyebut Angkatan Udara mereka menghantam dan menghancurkan sejumlah fasilitas strategis di pusat pemerintahan Iran pada serangan yang dilakukan semalam. Beberapa amunisi dilaporkan dijatuhkan langsung ke area kantor kepresidenan dan gedung Dewan Keamanan Nasional.
Di sisi lain, Iran menyatakan terus menggempur pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di kawasan Teluk sebagai bentuk pembalasan atas serangan gabungan AS dan Israel sejak Sabtu (28/2). Teheran mengklaim sedikitnya 560 tentara AS tewas atau terluka dalam rangkaian serangan balasan tersebut.
Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran, Kolonel Ebrahim Zolfaghari, kepada media lokal Press TV menyampaikan bahwa serangan balasan bertajuk “Operasi Janji Sejati 4” merupakan respons atas serangan AS-Israel serta pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Menurut Zolfaghari, dalam operasi itu Iran menargetkan kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, dengan empat rudal jelajah. Ia mengklaim serangan tersebut memaksa kapal induk itu mundur ke perairan tenggara Samudra Hindia.
Selain itu, Iran juga menyatakan telah menyerang pangkalan udara AS Ali al-Salem di Kuwait hingga tidak dapat beroperasi, serta merusak infrastruktur angkatan laut AS di negara tersebut.
Hingga kini, belum ada konfirmasi independen terkait klaim kerusakan maupun jumlah korban yang disampaikan kedua belah pihak. Situasi di kawasan Timur Tengah pun dilaporkan semakin tegang seiring meningkatnya intensitas serangan.
Editor : David












