Jerry Massie: Tujuan Amerika Serang Iran Sama dengan Venezuela Soal Minyak

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Jerry Massie, Rabu (19/2/2025)

i

Keterangan foto : Jerry Massie, Rabu (19/2/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Setelah menangkap pemimpin Venezuela Miguel Maduro, kepemimpinan Presiden Donald Trump bersama sekutu Israel berhasil menghabisi pemimpin tertinggi Iran Ayatolah Ali Khamenei. Kekuatan militer Amerika Serikat yang luar biasa, seperti pesawat tempur pembom B-2 senilai Rp37 triliun dan pesawat tempur F-22 Raptor, serta kapal induk kelas dunia Gerald Ford (Rp200 triliun, membawa 4.500 pasukan) dan Abraham Lincoln telah berada di Teluk Persia, dengan ancaman bahwa Iran bakal hancur.

Peristiwa ini berpotensi berkembang menjadi Perang Dunia Ketiga jika Rusia, Korea Utara, dan China turut mendukung Iran. Saat ini, Amerika Serikat dan Israel didukung oleh Prancis, Inggris, Kanada, Australia, serta negara-negara Teluk seperti Qatar, UEA, Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, dan Yordania.

Sementara Iran mendapatkan dukungan dari Hamas (Palestina), Houthi (Yaman), dan Hizbullah (Lebanon). Namun, Rusia memilih fokus pada perang dengan Ukraina, dan dukungan China terhadap Iran belum terlihat.

Kini Amerika telah mengerahkan dua kapal induk terbesarnya, membuat 11 kapal induk lain kabur dari perairan Teluk. Qatar juga telah menembak jatuh dua pesawat tempur Iran sebagai pembalasan atas serangan Iran terhadap bandara udaranya.

Direktur P3S yang juga Pakar Politik Amerika, DR Jerry Massie menyebut tujuan Amerika menyerang Iran sama dengan di Venezuela yaitu terkait minyak mentah. Kata Jerry, Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, diikuti Arab Saudi, Irak, dan Iran.

Selanjutnya kata Jerry, Iran mengamuk dan menutup Selat Hormuz, yang menjadi jalur bagi 15-20 persen ekspor minyak Qatar dan UEA. Serangan Trump yang membunuh Ali Khamenei membuat Partai Demokrat tergocancang, mengingat Iran dianggap sebagai sekutu mereka buktinya pemerintahan Obama mengucurkan anggaran $1,6 miliar dan pemerintahan Joe Biden $6 miliar. Sebaliknya, Partai Republik memiliki hubungan erat dengan Israel.

“Kini anggota Kongres dan Senat tengah mempertimbangkan untuk menghapus Trump dengan menggunakan Amandemen ke-25,” kata Pakar Politik Amerika, DR Jerry Massie di Jakarta, Rabu (4/3/2026)

Hal ini berbeda dengan masa kepemimpinan Obama yang menyerang dan membom 8 negara namun tidak mendapatkan reaksi serupa dari lembaga legislatif.

“Saya menilai, Amerika kemungkinan akan mendukung Reza Pahlavi, putra dari mantan pemimpin Iran Mohammad Reza Pahlavi yang digulingkan oleh Ayatolah Khomeini,” ujar Jerry.

Sebelum pemerintahan ayatolah berkuasa, Iran adalah negara yang liberal dan demokratis dengan gaya hidup mirip Amerika dan Eropa tanpa pakaian berhijab dan cadar, serta tidak menerapkan hukum syariah.

“Dalam satu dekade terakhir, tentara Israel tidak hanya membunuh Ali Khamenei, melainkan juga sejumlah pemimpin penting gerakan dan negara yang terkait dengan Iran,” jelas Jerry.

Di antaranya pemimpin Hamas Yahya Sinwar, pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah, Kepala Staf Tentara Iran Hosein Salami, Panglima Pasukan Quds Hossein Mahdavi, Kepala Staf Iran Abdul-Rahim Mosawi, hingga mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

“Perbedaan kekuatan militer dan anggaran antara Amerika dan Iran sungguh seperti langit dan bumi,” tegas Jerry.

Anggaran militer AS mencapai $895 miliar, sedangkan Iran hanya $15,45 miliar. Amerika memiliki 13.043 pesawat tempur dan 1.005 helikopter, sementara Iran hanya memiliki 551 pesawat tempur dan 2 helikopter.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Gus Rozin Apresiasi Muktamirin, Hormati Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU melalui AHWA
Ironi Muktamar NU ke-35: Wartawan Menunggu Seharian, Akses Peliputan Dibatasi
Gus Rozin Ajak Muktamirin Memilih Berdasarkan Hati Nurani
Peristiwa Cipasung Cukup Sekali, Jamaah Perlu Jaga Jam’iyah
Pandangan Kritis terhadap Isu Dinamika Internal Partai Golkar
Wakil Sekretaris PWNU Jateng: Muktamar Berwenang Membahas dan Mengubah AD/ART
Camelia Petir Guncang Muktamar NU ke-35, Jutaan Santri Bersholawat Bersama Seribu Rebana
Aspirasi Masyarakat Makimi: Minta DPR dan DPD RI Awasi Penertiban Kawasan Hutan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Gus Rozin Apresiasi Muktamirin, Hormati Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU melalui AHWA

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Ironi Muktamar NU ke-35: Wartawan Menunggu Seharian, Akses Peliputan Dibatasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Peristiwa Cipasung Cukup Sekali, Jamaah Perlu Jaga Jam’iyah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Pandangan Kritis terhadap Isu Dinamika Internal Partai Golkar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Wakil Sekretaris PWNU Jateng: Muktamar Berwenang Membahas dan Mengubah AD/ART

Berita Terbaru