Trump Isyaratkan Kuba Jadi Target Berikutnya Usai Konflik Iran

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan bahwa ia akan beralih ke Kuba, negara di pulau Karibia setelah perang melawan Iran. Kuba sendiri saat ini sedang mengalami hantaman keras dari AS berupa blokade energi.

“Apa yang terjadi dengan Kuba sungguh luar biasa,” kata Trump saat berpartisipasi dalam kunjungan klub sepakbola Inter Miami CF, juara Major League Soccer 2025, di Gedung Putih, Jumat (6/3/2026).

“Kami pikir kami ingin memperbaiki, menyelesaikan yang ini (Iran) terlebih dahulu,” tambahnya lagi di acara di mana ia bertemu dengan pesepak bola Lionel Messi itu.

“Tetapi itu hanya masalah waktu sebelum Anda dan banyak orang luar biasa akan kembali ke Kuba,” ujarnya.

Komentar tersebut menunjukkan bahwa Trump, kurang dari seminggu setelah konflik militer yang meningkat di Timur Tengah, sedang mempertimbangkan langkah baru kebijakan luar negeri besar lainnya. Trump sendiri mengalihkan fokusnya ke Kuba setelah memberikan pidato yang memamerkann perang di Iran, di mana ia mengatakan militer AS dan Israel terus “menghancurkan musuh sepenuhnya”.

“Kami ingin Anda kembali, dan kami tidak ingin kehilangan Anda. Kami tidak ingin membuat keadaan menjadi terlalu nyaman sehingga mereka tetap tinggal. Tetapi beberapa orang mungkin memang ingin tinggal. Mereka sangat mencintai Kuba,” katanya.

“Itu adalah hal lain yang seharusnya tidak terjadi,” ujarnya lagi.

Ia pun menyebut Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah “melakukan pekerjaan yang fantastis”. Rubio sendiri adalah seorang keturunan Kuba di mana orang tuanya beremigrasi tahun 1956.

“Dan Anda telah melakukan pekerjaan yang fantastis di tempat bernama Kuba,” tambah Trump, yang disambut tepuk tangan dari ruangan.

Sebelumnya, spekulasi serangan ke Kuba mencuat setelah Senator Partai Republik Lindsey Graham secara terbuka menyebut Kuba sebagai negara yang kemungkinan akan menjadi fokus berikutnya setelah Iran. Ia mengatakan hal ini dalam sebuah wawancara di Fox News.

“Kuba selanjutnya. Mereka akan mengikuti jejak kediktatoran komunis di Kuba. Hari-hari mereka sudah dihitung,” kata Graham.

Trump dalam sebuah wawancara dengan laman AS, Politico, beberapa waktu lalu, juga sempat menyebut kejatuhan rezim Kuba. Ia terang-terangan menyebut “Kuba akan jatuh”.

“Kami memutus semua minyak, semua uang, atau kami memutus semua yang masuk dari Venezuela, yang merupakan satu-satunya sumber. Dan mereka ingin membuat kesepakatan,” katanya kepada Politico.

“Kami sedang berbicara dengan Kuba,” klaimnya saat itu.

Editor : Redaksi

Sumber Berita: CNBC

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 34 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB