DPR RI Dorong Peta Jalan Ekspor Beras Nasional

Avatar photo

- Penulis

Senin, 9 Maret 2026 - 01:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, meminta pemerintah mulai merumuskan peta jalan ekspor beras produksi petani dalam negeri. Hal ini menindaklanjuti berlimpahnya stok beras mencapai angka 3,53 juta ton pada akhir Desember 2025.

“Tantangan kita hari ini, menurunkan biaya produksi dan memperbaiki mutu sehingga kita bisa bersaing dengan negara produsen beras lainnya, dalam merebut potensi pasar global,” ungkap Alex dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).

Dijelaskan Alex, untuk faktor menurunkan biaya produksi petani inovatif dari Sumatera Barat, Ir Djoni telah menemukan metode Sawah Pokok Murah. Ia menyebut hasil panen dari metode ini tak kalah dibanding produksi konvensional.

Metode Sawah Pokok Murah tak melalui pengolahan tanah yang merupakan komponen biaya terbesar dalam bercocok tanam. Metode ini disebut tak butuh pemupukan kimia serta penyemprotan pestisida maupun fungsida.

Bahkan, lanjutnya, cuaca kemarau juga tak terlalu menjadi rintangan. Ia menyebut metode Sawah Pokok Murah mampu memperkecil potensi gagal panen karena faktor cuaca.

“Walaupun topografi daerahnya perbukitan–sehingga tidak memiliki hamparan sawah yang luas, Sumatera Barat ini sudah mampu swasembada beras sejak lama,” ungkap Ketua PDIP Sumbar ini.

“Dengan adanya inovasi Sawah Pokok Murah yang telah dilaksanakan secara massif di Kabupaten Agam, Pesisir Selatan dan Dharmasraya, biaya produksi sudah bisa dipastikan akan jauh berkurang jika dibandingkan dengan metode konvensional sebagaimana telah diterapkan petani selama ini,” lanjutnya.

Tantangan yang perlu diantisipasi, yakni persoalan angka patahan (broken) ataupun menir (pecahan kecil) beras. Menurut Alex, masalah ini memerlukan campur tangan pemerintah melalui BRIN dan dunia perguruan tinggi melalui riset-riset berkelanjutan.

“Kondisi saat ini, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), mengandung patahan (broken) atau menir (pecahan kecil) berada di angka 25-40 persen. Sementara, beras dari negara-negara produsen beras lainnya di Asia Tenggara, kadar broken-nya telah berada di angka 5 persen,” ungkap Alex.

“Jika kondisi ini tak segera diatasi, pasar beras global akan sangat sulit ditembus,” tambahnya.

Jika pasar global tak bisa ditembus, tambah Alex, program swasembada pangan yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto akan menghadapi kendala cukup pelik. Menurutnya, pemerintah harus bisa menjawab tantangan tersebut.

“Saat ini, bapak presiden telah mencanangkan peningkatan produksi, baik itu melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi pertanian. Sementara, daya serap dalam negeri, tidak bertambah signifikan. Mau diapakan stok melimpah itu nantinya. Ini tantangan yang harus segera dijawab,” imbuhnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran
Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya
Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai
KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan
 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi
Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri
Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran
 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:47 WIB

KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:39 WIB

 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi

Berita Terbaru