Dugaan Jual Beli Titik SPPG Viral, Gema Kosgoro Gelar Demo Tuntut Usut Tuntas

Avatar photo

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JAKARTA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Kosgoro menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin (16/3/2026). Aksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan titik kumpul di Jalan Blora sebelum massa bergerak menuju kantor BGN.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait berbagai dugaan persoalan dalam program yang dijalankan oleh BGN. Koordinator aksi, Agus Syafrudin, mendesak agar BGN segera mengusut tuntas dugaan praktik jual beli titik SPPG yang disebut-sebut terjadi dalam pelaksanaan program tersebut.

“BGN harus transparan dan mengusut tuntas dugaan jual beli titik SPPG yang viral di media sosial. Kami juga menuntut dilakukan audit menyeluruh terhadap dugaan markup barang dan jasa yang berpotensi merugikan negara,” ujar Agus dalam orasinya.

Selain itu, Gema Kosgoro juga meminta BGN membuka secara terang kasus dugaan keracunan massal yang diduga kelalaian BGN tidak

mewajibkan Sertifikat Layak Higines Sanitasi (SLHS) terjadi dalam pelaksanaan program terkait penyediaan makanan. Menurut mereka, penjelasan yang jelas kepada publik diperlukan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Para demonstran membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap kinerja BGN serta menyerukan transparansi dalam pengelolaan program. Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan.

Agus menegaskan, apabila BGN tidak mampu mempertanggungjawabkan berbagai persoalan tersebut secara terbuka, maka pihaknya akan mendesak Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia untuk membubarkan BGN.

“Agar tidak menjadi lembaga yang menggegoti anggaran pendidikan 355 trilyun justru menimbulkan persoalan baru, kami mendesak Presiden untuk mengevaluasi bahkan membubarkan BGN jika tidak mampu menjawab berbagai dugaan yang muncul,” tegasnya.

Aksi mahasiswa berlangsung tertib dengan penyampaian orasi secara bergantian sebelum akhirnya massa membubarkan diri. Para mahasiswa menyatakan akan terus mengawal isu tersebut hingga ada kejelasan dan langkah konkret dari BGN.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB