Terasmedia.co Jakarta – Pemerintah Iran menegaskan tidak ada proses negosiasi dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini sekaligus membantah berbagai laporan yang menyebut adanya pembicaraan antara kedua negara.
Mengutip laporan Anadolu Agency, Selasa (24/3/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir memang ada pesan yang disampaikan melalui negara-negara sahabat. Pesan tersebut disebut berasal dari pihak AS yang menginginkan adanya negosiasi untuk mengakhiri konflik.
Namun demikian, Baghaei menegaskan bahwa Iran hanya merespons sesuai dengan prinsip dan kebijakan yang selama ini dipegang teguh oleh pemerintahnya.
Ia juga memperingatkan bahwa setiap serangan yang menargetkan infrastruktur vital Iran, khususnya fasilitas energi, akan memicu konsekuensi serius. Menurutnya, angkatan bersenjata Iran siap memberikan respons yang tegas, cepat, dan efektif terhadap ancaman tersebut.
Lebih lanjut, Baghaei membantah adanya dialog atau negosiasi apa pun dengan AS selama 24 hari terakhir sejak pecahnya konflik yang ia sebut sebagai “perang yang dipaksakan”.
Selain itu, ia menegaskan bahwa sikap Iran terkait Selat Hormuz serta syarat-syarat untuk mengakhiri konflik tidak mengalami perubahan hingga saat ini.












