KAI dan Pemda Harus Cari Solusi Agar Pintu Perlintasan Kereta Tak Renggut Korban Jiwa

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 4 Januari 2023 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co SURABAYA – Peristiwa tewasnya satu keluarga akibat tertabrak kereta api di perlintasan rel tanpa palang pintu di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, membuat miris Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Ia berharap peristiwa tragis yang terjadi saat pergantian Tahun Baru 2023 itu menjadi pemicu agar PT KAI dan pemerintah daerah menemukan solusi untuk mengurangi kecelakaan kendaraan yang melintas di jalur kereta.

“Saya minta permasalahan ini didiskusikan bersama antara Pemkab setempat dan PT KAI, sehingga menemukan solusi untuk meminimalkan korban kecelakaan di perlintasan kereta,” kata LaNyalla yang sedang reses di Jawa Timur, Rabu (4/1/2023).

Menurutnya, perlu dibahas pula pengaturan lintasan KA di jalur yang berbahaya. Sebab, jika tidak, jalur perlintasan kereta api sebidang akan selalu disalahgunakan.

Baca juga : Jelang Nataru, KAI Daerah Operasi 1 Jakarta (Daop 1 Jakarta) Himbau Penumpang KA Perhatikan Barang Bawaan!

“Sebenarnya lintasan KA sudah ada peraturannya. Tentu hal itu yang harus dikedepankan, namun tidak merugikan masyarakat sekitar maupun yang biasa melintas,” papar dia.

Pria Bugis yang besar di Surabaya itu mendorong PT KAI mengecek perlintasan kereta yang tidak ada palang pintunya di seluruh wilayah Jatim. Upaya itu penting agar memberikan rasa aman kepada para

pengguna jalan raya. Apalagi mengingat

kerawanannya yang sebabkan sering terjadi kecelakaan.

“Setiap perlintasan kereta api harus dilengkapi dengan pintu perlintasan dan rambu-rambu sebagai penanda. Wilayah perlintasan pun wajib dilengkapi dengan lampu penerangan yang cukup,” tukas dia lagi.

Sebelumnya, Sabtu (31/12/2022) pukul 19.00 WIB, satu keluarga asal Kelurahan Kebonsari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur meninggal dihantam KA Tawangalun di perlintasan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Insiden itu terjadi pukul 19.00 WIB.

Kelima korban adalah Muhammad Said (40), istrinya Mina Komariyah (33) dan tiga anaknya Anisah Choiril Waro (12), Atikatul Himmah (7) dan Muhammad Faizin (4).

Sementara putra sulungnya, M Soleh Marzuki (15) yang sedang menimba ilmu di pesantren menjadi yatim-piatu.(Deni/red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran
Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya
Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai
KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan
 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi
Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri
Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran
 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:47 WIB

KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:39 WIB

 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi

Berita Terbaru