Billy Apresiasi Diplomasi RI Hadapi Ketegangan AS–Iran

Avatar photo

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Billy John Pagara Biliy mengapresiasi langkah diplomasi yang ditempuh pemerintah Indonesia dalam merespons krisis global akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menilai sikap tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

“Indonesia telah menunjukkan sikap yang tepat dengan tetap mengedepankan diplomasi dan menolak eskalasi konflik yang berpotensi memperburuk situasi global,” ujar Billy dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, konsistensi pemerintah dalam menjunjung hukum internasional menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas. Ia menilai pendekatan tersebut mencerminkan tanggung jawab Indonesia sebagai bagian dari komunitas global.

“Pendekatan berbasis hukum internasional ini penting agar setiap konflik dapat diselesaikan secara adil dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” katanya.

Billy juga menyoroti peran aktif Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam mendorong de-eskalasi. Ia menyebut upaya seperti seruan gencatan senjata dan dialog antar pihak menjadi langkah konkret yang patut diapresiasi.

“Indonesia tidak hanya bersikap pasif, tetapi aktif mendorong dialog dan solusi damai melalui berbagai forum internasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai langkah tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri “bebas dan aktif” yang selama ini dianut Indonesia. Menurutnya, posisi tidak berpihak namun tetap konstruktif menjadi kekuatan tersendiri.

“Ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu menjaga keseimbangan, tidak memihak, tetapi tetap berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia,” tegas Billy.

Di sisi lain, Billy turut menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional. Ia mengangkat konsep solidaritas sosial sebagai fondasi utama dalam menghadapi dinamika global.

“Konsep ‘Rakyat Bantu Rakyat’ harus terus diperkuat agar masyarakat tetap solid dan pembangunan nasional dapat berjalan optimal,” tambahnya.

Dengan semangat persatuan dan optimisme, Billy meyakini Indonesia akan terus berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia yang berkelanjutan. Ia berharap komitmen diplomasi tersebut tetap dijaga di tengah berbagai tantangan global.

“Dengan persatuan, kita bisa menghadapi situasi global apa pun dan tetap menjadi bagian dari solusi bagi perdamaian dunia,” pungkasnya.

Penulis : Akbar

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama
Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni
Dualisme Aturan dan Agen Ilegal, Masalah Pelaut Indonesia Belum Usai
Rekor Gila! Baru 6 Hari Dilantik Prabowo, Ketua Ombudsman Langsung Digiring Kejagung
Skandal Intervensi Tambang Nikel, Kejagung Tahan HS di Salemba
Soroti Tender Rp121 M, Mukhsin Nasir: KPK Periksa Menag
Ujung Kulon Terancam, Arif Rahman: Paru-Paru Dunia Butuh Perhatian
Optimisme Tinggi! Herman Khaeron dan Anton Suratto Pastikan Jabar Tetap Juara
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 22:16 WIB

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama

Kamis, 16 April 2026 - 21:00 WIB

Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni

Kamis, 16 April 2026 - 19:19 WIB

Dualisme Aturan dan Agen Ilegal, Masalah Pelaut Indonesia Belum Usai

Kamis, 16 April 2026 - 19:06 WIB

Rekor Gila! Baru 6 Hari Dilantik Prabowo, Ketua Ombudsman Langsung Digiring Kejagung

Kamis, 16 April 2026 - 11:49 WIB

Soroti Tender Rp121 M, Mukhsin Nasir: KPK Periksa Menag

Berita Terbaru

Keterangan foto : Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Ombudsman periode 2026-2031, Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama

Kamis, 16 Apr 2026 - 22:16 WIB

Keterangan foto : Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:00 WIB