Gagap Data Anggaran, Menteri Pariwisata Layak Di-Reshuffle

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, Senin (13/4/2026)

i

Keterangan foto : Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, Senin (13/4/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JAKARTA – Kinerja Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendapat rapor merah dari kalangan aktivis pemuda. Koordinator Paguyuban Sunda Muda (PSM), Agus Syafrudin, mendesak Presiden untuk segera melakukan evaluasi total hingga langkah reshuffle terhadap nakhoda Kementerian Pariwisata tersebut.

​Tuntutan ini merupakan buntut dari insiden memalukan dalam Rapat Kerja antara Kementerian Pariwisata dengan Komisi VII DPR RI pada Rabu (1/4/2026), di mana data anggaran yang dipaparkan kementerian ditemukan tidak sinkron dan memicu kemarahan legislatif.

​Kegagalan Manajerial dan Data yang Tidak Eksak
​Agus Syafrudin menilai, ketidakmampuan Menteri Widiyanti dalam menjelaskan angka transfer ke daerah sebesar Rp5,7 miliar adalah bukti nyata lemahnya penguasaan manajerial di internal kementerian.

​”Sangat memprihatinkan ketika seorang Menteri gagap menjelaskan angka di depan wakil rakyat. Pengelolaan keuangan negara itu bukan soal kira-kira, tapi harus eksak. Jika data dasar saja berantakan, bagaimana kita bisa berharap sektor pariwisata kita akan maju?” ujar Agus dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

​Menurut Agus, situasi canggung saat jajaran biro perencanaan kementerian tidak mampu membela data pimpinannya menunjukkan adanya koordinasi internal yang lumpuh. Hal ini, menurutnya, berpotensi membuka ruang bagi penyalahgunaan anggaran atau setidaknya menunjukkan ketidakseriusan dalam tata kelola pemerintahan yang transparan.

​Viral dan Kehilangan Kepercayaan Publik
​Potongan video rapat yang memperlihatkan Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Daulay, mencecar Menteri Widiyanti kini tengah viral di media sosial. Agus menyebut fenomena ini sebagai bukti bahwa publik sudah kehilangan kepercayaan terhadap kompetensi sang Menteri.

​”masyarakat tidak butuh menteri yang hanya sekadar seremonial. Rakyat butuh menteri yang paham substansi dan akuntabel. Video viral saat RDP dengan DPR RI itu adalah potret nyata kegagalan koordinasi di tubuh Kementerian Pariwisata,” tegas Agus.

​Desakan Reshuffle: Jangan Bebani Presiden
​PSM menekankan bahwa sektor pariwisata adalah salah satu pilar ekonomi nasional yang krusial. Membiarkan posisi menteri diisi oleh sosok yang dianggap tidak siap secara administratif dan substantif dinilai hanya akan membebani kinerja pemerintahan secara keseluruhan.

​Poin-poin kritik PSM terhadap kinerja Kementerian Pariwisata:

• ​Ketidaksiapan Data: Laporan anggaran yang tidak diverifikasi menunjukkan lemahnya pengawasan internal.

• ​Komunikasi Lemah: Jawaban yang ragu-ragu di forum resmi mencederai marwah kementerian.

• ​Urgensi Akuntabilitas: Ketidakjelasan selisih anggaran berisiko menimbulkan salah tafsir dalam pengawasan dana publik.

​”Kami meminta Presiden mengambil langkah tegas. Jangan sampai sektor pariwisata kita stagnan hanya karena dipimpin oleh sosok yang tidak menguasai lapangan. Reshuffle adalah jalan keluar logis sebelum kerusakan di sektor ini semakin meluas,” pungkas Agus Syafrudin.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Tidak Benar Rutan Bareskrim Jadi Sarang Narkoba, Polri: Semua Tahanan Tes Negatif
Pajak Marketplace Ditunda, Komisi XI Desak Pemerintah Matangkan Kebijakan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:40 WIB

FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:06 WIB

BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel

Berita Terbaru