Mukhsin Nasir dan BJORKA 98 Serang Kemenhan: Auto Pilot, Sibuk Urusi Tambang dan MBG, Alutsista Terbengkalai

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : inerja Kementerian Pertahanan (Kemenhan) kembali menjadi sorotan tajam dalam sebuah diskusi strategis yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/04/2026).

i

Keterangan foto : inerja Kementerian Pertahanan (Kemenhan) kembali menjadi sorotan tajam dalam sebuah diskusi strategis yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/04/2026).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Kinerja Kementerian Pertahanan (Kemenhan) kembali menjadi sorotan tajam. Dalam sebuah diskusi strategis yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/04/2026). Sejumlah pengamat dan tokoh masyarakat menyuarakan keprihatinan mendalam atas arah kebijakan yang dinilai sudah jauh melenceng.

Sekretaris Jenderal Matahukum, Mukhsin Nasir yang akrab disapa Daeng, menilai Kemenhan saat ini ibarat berjalan tanpa arah atau “auto pilot”. Alih-alih fokus menjaga kedaulatan, lembaga ini justru terlalu sibuk mengurusi hal-hal yang berada di luar ranah wewenangnya.

“Sangat memprihatinkan, Kemenhan hari ini lebih sibuk menjadi aparat penegak hukum semu, ikut campur urusan penertiban tambang ilegal, program MBG, sampai mengurusi impor mobil dan urusan desa. Ini bukan tugas pokok dan fungsi sebuah kementerian pertahanan!” tegas Mukhsin Nasir.

Menurutnya, campur tangan di luar tugas utama ini justru menciptakan ruang abu-abu yang rawan penyalahgunaan wewenang dan korupsi. Prinsip konstitusi seolah dikesampingkan demi kepentingan sesaat.

“Ketika sebuah lembaga sibuk mengurusi apa yang bukan urusannya, maka fungsi utamanya pasti terbengkalai. Terjadi apa yang saya sebut pemerintahan tutup mata terhadap aturan, dan membuka celah bagi praktik-praktik yang tidak sehat,” tambahnya.

BJORKA 98: TNI Fokus Pertahankan Jabatan, Anggaran Timpang

Sementara itu, pandangan senada disampaikan oleh BJORKA 98 (Barisan Jaringan Organisasi Kampus 98) yang turut menggelar kajian kritis. Mereka menilai ironi besar terjadi di tubuh institusi pertahanan.

“TNI hari ini bukan mempertahankan negara, tetapi mereka hanya mempertahankan jabatan jenderal-jenderal mereka. Orientasi sudah bergeser dari tugas mulia menjaga kedaulatan menjadi sekadar mempertahankan kepentingan golongan,” ujar perwakilan BJORKA 98.

Lebih jauh, mereka juga menyoroti ketimpangan strategi anggaran. Menghadapi ancaman modern dan dinamika geopolitik global seperti konflik Ukraina-Rusia hingga ketegangan di Timur Tengah, pembagian sumber daya dinilai masih sangat keliru.

“Dunia sudah berubah, ancaman datang bukan hanya dari darat. Tapi kenapa anggaran pertahanan masih timpang, terlalu fokus di TNI AD? Padahal kita negara maritim, harusnya TNI AL dan TNI AU yang diprioritaskan untuk menjaga kedaulatan laut dan udara,” tegas mereka.

Isu modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), keamanan siber, politisasi TNI, hingga transparansi anggaran dinilai masih menjadi “Pekerjaan Rumah” yang tak kunjung selesai karena Kemenhan terlalu sibuk urusan lain.

Solusinya: Butuh Revolusi Total

Untuk mengatasi masalah yang sudah menumpuk ini, baik Mukhsin Nasir maupun BJORKA 98 sepakat bahwa perubahan biasa tidak akan cukup. Diperlukan perubahan fundamental atau revolusi total agar Kemenhan kembali ke jalan yang benar sesuai Undang-Undang.

“Untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah sedemikian parah ini, hanya ada 1 kata: REVOLUSI. Kembalikan tupoksi, benahi integritas, dan fokuslah pada pekerjaan rumah yang sebenarnya,” pungkas mereka.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Terkubur 16 Tahun, Dibongkar Sekarang: Kejati Sulbar Diminta Usut Dugaan Korupsi di Balik HGU PT Letawa
PPK Diduga Langgar KAK dan Aturan LKPP, Kadisdik Bekasi Enggan Menjelaskan
Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Terkubur 16 Tahun, Dibongkar Sekarang: Kejati Sulbar Diminta Usut Dugaan Korupsi di Balik HGU PT Letawa

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:53 WIB

PPK Diduga Langgar KAK dan Aturan LKPP, Kadisdik Bekasi Enggan Menjelaskan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Berita Terbaru