Ketua SMIT Soroti Polemik Dugaan Reses Fiktif dan Mosi Tidak Percaya di Halmahera Utara

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Ketua Solidaritas Muda Indonesia Timur (SMIT), Mesak Habari, angkat bicara terkait polemik dugaan reses fiktif di Desa Towara serta mosi tidak percaya dari enam fraksi terhadap Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Utara, Christina Lesnusa.

Mesak menilai, kegaduhan politik yang terjadi saat ini tidak semata berkaitan dengan persoalan administrasi kelembagaan. Ia menyebut, situasi tersebut mencerminkan watak politik elite yang cenderung membangun “drama kekuasaan” di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai persoalan.

“Ini bukan politik gagasan, melainkan politik spektakel ramai di permukaan, namun minim substansi. Ketika politik tercerabut dari kepentingan rakyat, lembaga publik berpotensi berubah menjadi arena perebutan kekuasaan, bukan sebagai alat perjuangan sosial,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Ia menegaskan, setiap dugaan pelanggaran seharusnya diselesaikan melalui mekanisme pembuktian yang jelas. Jika belum terbukti, menurutnya, semua pihak perlu menahan diri dan tidak membangun opini yang dapat menyesatkan publik.

“Jangan menjadikan tuduhan sebagai senjata politik murahan, atau mosi sebagai alat untuk menjatuhkan lawan sebelum proses etik dan hukum berjalan. Itu bukan praktik demokrasi yang sehat,” tegasnya.

Mesak juga mengingatkan bahwa kekuasaan kerap bekerja melalui pembentukan opini publik yang seolah menjadi kebenaran mutlak. Ia menilai, narasi yang berkembang lebih cepat dibandingkan fakta berpotensi menggiring masyarakat pada kesimpulan yang keliru.

Lebih lanjut, mantan aktivis LMND tersebut mengaku prihatin terhadap dinamika politik lokal yang dinilai terlalu fokus pada konflik internal elite, sementara persoalan mendasar masyarakat belum tertangani secara optimal.

“Kami muak melihat politik yang sibuk menguliti sesama elite, sementara rakyat masih berjuang dengan harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, dan pelayanan publik yang belum merata. Jika DPRD hanya menjadi panggung intrik, maka lembaga itu sedang kehilangan maknanya sebagai rumah rakyat,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun fitnah dan manuver tanpa dasar etik justru menjadi ancaman bagi kualitas politik.

“Setiap tuduhan harus diuji melalui mekanisme formal yang transparan dan akuntabel. Jika politik hanya dijadikan alat untuk saling menjatuhkan, maka yang runtuh bukan hanya lawan politik, tetapi juga martabat demokrasi itu sendiri,” pungkasnya.

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB