Pakar Sebut Hal Konyol Jokowi Bajak Kader PDIP

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai langkah yang diduga dilakukan mantan Presiden Joko Widodo untuk membajak kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah hal yang keliru dan tidak masuk akal.

Menurut Jerry, Jokowi seharusnya tidak melupakan latar belakang dan perjalanan politiknya. “Dia ada dan bisa menduduki posisi strategis berkat peran besar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun yang terlihat justru sifat buruknya muncul: selain dianggap munafik, ia dinilai tidak tahu berterima kasih atas jasa dan dukungan yang diberikan PDIP selama ini,” tegasnya.

Jerry menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan Jokowi saat ini sama saja dengan memulai perang politik secara terbuka melawan PDIP, dan hal itu dinilai sebagai kesalahan fatal. Pasalnya, kekuatan PDIP masih sangat jauh di atas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini menjadi tempat bernaungnya.

“Berdasarkan hasil survei tahun ini, PSI hanya meraih dukungan sekitar 1,2 persen, jauh di bawah ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Jelas kondisinya sangat berbeda dengan PDIP,” jelasnya.

Ia juga meragukan kemampuan Jokowi mempengaruhi kader dan pemilih PDIP. “Mungkin dia berpikir bisa menggunakan politik uang atau bantuan sembako, tapi perlu diingat: militansi pemilih dan kader PDIP sangat kuat dan sulit digoyahkan. Sementara itu, PSI sendiri tidak memiliki basis pemilih yang tetap dan luas,” ujar Jerry.

Pengamat politik itu mengingatkan, Jokowi sudah resmi diberhentikan atau dipecat dari keanggotaan PDIP. Oleh karena itu, ia seharusnya sadar diri dan fokus mengembangkan PSI dengan cara yang benar, yakni mengedepankan politik etis, bukan dengan mencoba meracuni atau membajak kader partai lain.

“Jangankan dipengaruhi, kader PDIP akan sangat sulit untuk pindah ke partai yang saat ini masih disebut ‘partai gurem’. Saat ini Jokowi sudah tidak memiliki kekuasaan dan pengaruh seperti dulu. Ini sama saja dengan pengkhianatan terhadap Megawati, dan dia sedang bermain api melawan partai yang masih berstatus sebagai raksasa politik,” pungkas Jerry.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Gus Rozin Apresiasi Muktamirin, Hormati Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU melalui AHWA
Ironi Muktamar NU ke-35: Wartawan Menunggu Seharian, Akses Peliputan Dibatasi
Gus Rozin Ajak Muktamirin Memilih Berdasarkan Hati Nurani
Peristiwa Cipasung Cukup Sekali, Jamaah Perlu Jaga Jam’iyah
Pandangan Kritis terhadap Isu Dinamika Internal Partai Golkar
Wakil Sekretaris PWNU Jateng: Muktamar Berwenang Membahas dan Mengubah AD/ART
Camelia Petir Guncang Muktamar NU ke-35, Jutaan Santri Bersholawat Bersama Seribu Rebana
Aspirasi Masyarakat Makimi: Minta DPR dan DPD RI Awasi Penertiban Kawasan Hutan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Gus Rozin Apresiasi Muktamirin, Hormati Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU melalui AHWA

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Ironi Muktamar NU ke-35: Wartawan Menunggu Seharian, Akses Peliputan Dibatasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Peristiwa Cipasung Cukup Sekali, Jamaah Perlu Jaga Jam’iyah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Pandangan Kritis terhadap Isu Dinamika Internal Partai Golkar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Wakil Sekretaris PWNU Jateng: Muktamar Berwenang Membahas dan Mengubah AD/ART

Berita Terbaru