Abah Elang Soroti Rapor Merah Ketenagakerjaan Satu Tahun Ratu Zakiyah

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Bupati Kabupaten Serang Ratu Zakiyah, Sabtu (2/5/2026)

i

Keterangan foto : Bupati Kabupaten Serang Ratu Zakiyah, Sabtu (2/5/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Serang – Tepat satu tahun masa kepemimpinan Bupati Serang Ratu Zakiyah, sorotan tajam datang dari kalangan masyarakat sipil terkait janji kampanye di sektor ketenagakerjaan. Momentum Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei 2026 menjadi titik balik tuntutan terhadap komitmen “Serang Bahagia” yang dinilai belum menyentuh akar rumput.

Tokoh masyarakat Kabupaten Serang, Abah Elang Mangkubumi, mengungkapkan bahwa janji Bupati untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dan memberantas pungutan liar (pungli) rekrutmen masih jauh dari kenyataan di lapangan.

Ketimpangan Serapan Tenaga Kerja
Abah Elang menyoroti data salah satu pabrik besar yang baru diresmikan di kawasan Cikande. Dari total 450 pekerja yang direkrut, tercatat hanya 100 orang atau sekitar 22 persen yang merupakan warga asli Kabupaten Serang.

“Pabrik itu berdiri di tanah Kabupaten Serang, menggunakan izin daerah kita, tapi warganya sendiri hanya kebagian porsi kecil. Kepala daerah memegang otoritas perizinan, seharusnya tidak lagi bicara dalam tataran ‘berharap’, tapi mewajibkan lewat regulasi,” ujar Abah Elang dalam catatan tertulisnya, Sabtu (2/5/2026).

Padahal, merujuk pada data awal masa jabatan, angka pengangguran terbuka di Kabupaten Serang sempat menyentuh angka 10 persen. Angka ini menjadi basis janji politik Ratu Zakiyah saat masa kampanye untuk memastikan ketersediaan lapangan kerja bagi warga lokal.

Kritik atas Transparansi Kinerja
Selain masalah kuota pekerja, transparansi pemerintah daerah juga menuai kritik. Dalam laporan kinerja yang disampaikan kepada DPRD, kolom permasalahan dilaporkan tidak terisi secara detail.

“Bagaimana mau menyelesaikan masalah kalau mengakuinya saja tidak berani? Rakyat tidak butuh seremoni, mereka butuh kepastian kapan dampak kesejahteraan itu sampai ke dapur mereka,” tegasnya.

Tiga Tuntutan Utama

Menanggapi kondisi ketenagakerjaan yang dinilai stagnan, terdapat tiga poin utama yang didorong untuk segera dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Serang:

Regulasi Mengikat: Mengubah pola imbauan lisan menjadi kewajiban administratif yang mengikat bagi perusahaan untuk menyerap tenaga kerja lokal dalam setiap izin investasi.

Sanksi Tegas Pungli: Mengaktifkan pengawasan rekrutmen yang bersih dengan sanksi nyata bagi oknum atau pihak perusahaan yang masih melanggengkan praktik pungutan liar.

Dialog Terbuka: Bupati diminta turun langsung menemui simpul-simpul buruh dan pencari kerja untuk mendengar kendala teknis di lapangan secara objektif.

“Masih ada empat tahun masa jabatan. Kepercayaan rakyat bukan tanpa batas. Slogan ‘Serang Bahagia’ adalah utang yang harus dibayar lunas dengan kebijakan yang nyata,” tutup Abah Elang.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru