Estimasi Rp45 Miliar Biaya May Day, BaraNusa: Jelaskan Sumber Dananya

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ketua Umum Barisan Rakyat Nausantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, Minggu (3/5/2026)

i

Keterangan foto : Ketua Umum Barisan Rakyat Nausantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, Minggu (3/5/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Kemeriahan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas) menyisakan tanda tanya besar terkait pembiayaan acara. Dengan estimasi biaya yang mencapai angka fantastis, publik kini menuntut transparansi penuh mengenai dari mana sumber dana tersebut berasal.

Ketua Umum Barisan Rakyat Nausantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, menyoroti informasi yang berkembang di masyarakat mengenai biaya pengerahan massa. Disebutkan bahwa setiap peserta yang hadir dikabarkan menerima uang saku berkisar Rp150.000 hingga Rp200.000, ditambah paket sembako senilai sekitar Rp300.000.

Jika diakumulasikan, total yang diterima per orang mencapai sekitar Rp450.000. Dengan estimasi jumlah peserta mencapai 100.000 orang, maka total anggaran yang digunakan hanya untuk pengerahan massa saja bisa menyentuh angka Rp45 miliar. Angka ini belum termasuk biaya panggung, EO, konsumsi, dan kebutuhan teknis lainnya yang pasti tidak sedikit.

Adi Kurniawan: Jangan Sampai Perjuangan Berubah Jadi Panggung

Menanggapi hal tersebut, Adi Kurniawan menegaskan bahwa di tengah narasi efisiensi anggaran negara, masyarakat berhak mendapatkan kepastian yang jelas.

“Publik berhak mempertanyakan, apakah dana sebesar itu bersumber dari APBN atau dari pihak lain? Ini pertanyaan mendasar yang harus dijawab secara terbuka,” ujar Adi dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).

Meskipun Presiden KSPSI, Andi Ghani Nena Wea, telah membantah penggunaan dana negara dan menyebutkan bersumber dari internal organisasi serta pihak sah lainnya, Adi menilai penjelasan tersebut belum cukup memadamkan keraguan.

“Pernyataan tersebut patut dicatat, namun transparansi bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban. Jika benar bukan APBN, maka harus dijelaskan secara rinci sumber dananya agar tidak menimbulkan spekulasi liar,” tegasnya.

Lebih jauh, Adi Kurniawan mengingatkan agar esensi May Day tidak hilang tertutup seremoni yang mahal.

“May Day sejatinya adalah momentum perjuangan untuk keadilan sosial. Namun jika perayaan ini justru dibayangi isu mobilisasi berbayar dengan anggaran fantastis, maka esensinya bisa terdistorsi. Jangan sampai perjuangan buruh berubah menjadi sekadar panggung tanpa substansi,” serangnya.

Buruh Tidak Butuh Seremoni Mahal, Tapi Keadilan Nyata

Adi menekankan bahwa rakyat tidak menolak perayaan, namun rakyat menuntut kebenaran dan akuntabilitas.

“Rakyat tidak mempersoalkan perayaannya, tapi rakyat berhak tahu kebenarannya. Jika ada dana besar, bukalah ke publik. Jangan sampai uang yang seharusnya bisa digunakan untuk kesejahteraan nyata, justru habis hanya untuk seremoni sesaat,” pungkas Adi.

“Buruh tidak butuh panggung mewah. Buruh butuh keadilan yang nyata,” tambahnya.

Penulis : Nanang

Editor : Red

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Bukan Hanya Cibinong, Mangihut Sinaga Khawatir Praktik Serupa Menjalar ke Seluruh Lapas
Kabel Menjuntai Sebabkan Kecelakaan di Kampung Grojog, Ini Tanggapan TelkomGroup
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Minggu, 27 September 2026 - 06:11 WIB

Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard

Sabtu, 26 September 2026 - 13:45 WIB

Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani

Berita Terbaru