Krisis Empati Lingkar Bamsoet: Pamer Kemewahan Saat Kondisi Sedang Sulit

Avatar photo

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Wakil Ketua DPN Gema Kosgoro, Agus Syafrudin, Senin (4/4/2026)

i

Keterangan foto : Wakil Ketua DPN Gema Kosgoro, Agus Syafrudin, Senin (4/4/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Aroma kemewahan dan narasi provokatif kembali menyelimuti lingkaran inti politisi senior Golkar sekaligus anggota DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet). Belum usai publik menyoroti gaya hidup jet set para pejabat, kini giliran staf khusus Bamsoet, Agus Hadsoe, yang memantik kegaduhan lewat unggahan di jet pribadi dengan jaket berlogo DPR RI.

Wakil Ketua DPN Gema Kosgoro, Agus Syafrudin, angkat bicara menanggapi fenomena “sok keras” di atas awan tersebut. Menurutnya, tindakan staf khusus yang memamerkan kemewahan dibalut narasi bernada ancaman adalah bentuk pengkhianatan terhadap etika publik.

Kritik Tajam Gema Kosgoro
Agus Syafrudin menegaskan bahwa seorang staf khusus seharusnya merepresentasikan nilai-nilai kerakyatan, bukan justru memposisikan diri sebagai entitas yang menakutkan bagi rakyat.

“Sangat tidak etis dan memuakkan. Seorang staf khusus yang digaji dari uang negara atau setidaknya bekerja untuk pejabat negara, pamer jet pribadi dengan jaket berlogo institusi negara, lalu menulis kalimat seolah-olah mereka adalah predator bagi rakyat. Kalimat ‘ketika diam kami menjadi ketakutanmu’ itu gaya premanisme, bukan gaya intelektual seorang staf ahli,” ujar Agus Syafrudin saat dihubungi, Senin (4/5).

Agus menambahkan, Bamsoet sebagai atasan harus bertanggung jawab atas perilaku “liar” anak buahnya di ruang digital. Ia menilai hal ini mempertebal jarak antara rakyat dengan wakilnya.

“Rakyat sedang susah secara ekonomi, tapi mereka justru asyik ‘terbang’ tinggi sambil melempar provokasi. Ini adalah sinyal kuat adanya krisis empati yang kronis di lingkaran kekuasaan,” tegasnya.

Sentimen Publik: Dari Harta hingga Rencana Terselubung

Unggahan yang kini telah di-take down tersebut terlanjur menjadi bola salju di media sosial. Netizen tak hanya menyoroti soal jet pribadi, tapi juga mempertanyakan sumber kekayaan dan fungsi kehadiran mereka bagi rakyat.

Akun @musang55561 meluapkan kekecewaannya dengan menulis, “Yang lucunya, mereka kita pilih tujuannya untuk mensejahterakan rakyat tetapi malah hidup mereka, keluarganya, ajudannya, dan staf pribadinya yang sejahtera, ekonominya naik dan gajinya besar.”

Sentimen serupa juga menyasar pada asal-usul kekayaan sang politisi. “Gw bingung sumber hartanya Bamsoet dari mana,” tulis akun bintangsatrio70, merujuk pada hobi Bamsoet mengoleksi mobil mewah dan kerapnya ia terlihat menggunakan fasilitas jet pribadi.

Sementara itu, kecurigaan mengenai adanya manuver politik tertentu muncul dari akun luckfactor786. Ia memperingatkan publik untuk waspada terhadap narasi ‘gerakan’ yang ditulis sang stafsus. “Hati-hati dengan mereka-mereka itu, ada rencana matang yang disiapkan,” tulisnya.

Jejak Kontroversi yang Berulang
Penelusuran tim investigasi menemukan bahwa narasi “ketakutan dan kehancuran” tersebut rupanya sering digunakan Agus Hadsoe dalam berbagai postingannya. Penggunaan atribut DPR RI di fasilitas mewah seperti jet pribadi—yang diklaim Bamsoet sebagai milik kantor atau perusahaan—seolah mengonfirmasi adanya normalisasi gaya hidup mewah di tengah sorotan publik terhadap integritas pejabat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bambang Soesatyo belum memberikan keterangan resmi terbaru terkait kegaduhan yang dibuat oleh staf khususnya tersebut. Namun, sejarah mencatat pada 2018, isu serupa pernah mencuat dan hanya berakhir dengan klarifikasi “salah paham”. Kali ini, dengan narasi yang lebih agresif, publik tampaknya tidak akan semudah itu memberikan pemakluman.

Penulis : Jum

Editor : Red

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Bukan Hanya Cibinong, Mangihut Sinaga Khawatir Praktik Serupa Menjalar ke Seluruh Lapas
Kabel Menjuntai Sebabkan Kecelakaan di Kampung Grojog, Ini Tanggapan TelkomGroup
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Senin, 28 September 2026 - 03:50 WIB

Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif

Minggu, 27 September 2026 - 06:11 WIB

Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB