Gedung Sate Dipadati Ribuan Warga, Tokoh Nasional dan Anggota Partai Demokrat Meriahkan Peringatan Hari Jadi Tatar Sunda

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 05:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto

i

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bandung – Suasana meriah dan penuh semangat kebudayaan menyelimuti halaman Gedung Sate, Bandung pada Sabtu malam (19/5/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru saja menggelar puncak peringatan Hari Jadi Tatar Sunda, sebuah momen istimewa yang menjadi wadah berkumpulnya berbagai elemen bangsa, mulai dari masyarakat luas hingga para pemimpin dan tokoh nasional.

Di antara deretan tokoh penting yang hadir, tampak Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto. Ia larut dalam sukacita bersama ribuan warga yang memadati lokasi acara, turut menikmati rangkaian pertunjukan seni yang disajikan. Kehadiran Anton turut melengkapi barisan pejabat negara dan anggota parlemen yang memeriahkan perayaan tersebut.

“Budaya Sunda memiliki nilai historis dan filosofi yang sangat dalam, dan ini adalah warisan yang wajib kita jaga bersama. Lebih dari itu, kekayaan budaya ini juga harus terus diperkenalkan dan ditanamkan kepada generasi muda sebagai fondasi jati diri bangsa,” ujar Anton Sukartono Suratto saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Kehadiran Partai Demokrat dalam acara ini terasa sangat lengkap dan solid. Selain Anton, seluruh jajaran pengurus dan anggota Fraksi Partai Demokrat di DPRD Jawa Barat hadir memenuhi undangan. Di antaranya Ketua Fraksi Partai Demokrat sekaligus Bendahara DPD Partai Demokrat Jabar, dr. Ratnawati, beserta seluruh anggotanya.

Dari kalangan anggota DPR RI, tampak hadir rekan-rekan Anton lainnya, yakni Dede Yusuf Macan Effendi, TB Hasanuddin, dan Dadang M. Naser. Sementara dari jajaran Kabinet Merah Putih, kehadiran pejabat tinggi negara turut mewarnai acara, antara lain Jaksa Agung ST. Burhanudin, Menteri UMKM Maman Abdurahman, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait.

Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas unsur, di mana hadir pula para Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat, para seniman, budayawan, hingga perwakilan para raja dan tokoh adat dari berbagai wilayah di Nusantara. Kehadiran mantan Ibu Negara, Hj. Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid, turut menambah khidmat dan istimewanya perayaan malam itu.

Puncak acara yang paling dinanti adalah pertunjukan seni kolosal bertajuk “Pajajaran Gugat”. Melalui perpaduan apik antara teater, musik tradisional, serta tata panggung yang memukau, drama ini mengangkat narasi sejarah, semangat perjuangan, dan identitas peradaban Sunda. Cerita yang disajikan tidak sekadar hiburan, melainkan refleksi mendalam tentang perjalanan panjang sejarah leluhur tanah Pasundan.

Menurut Anton, penyelenggaraan ruang-ruang kebudayaan berskala besar seperti ini memiliki fungsi strategis bagi bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalam seni dan sejarah lokal adalah sarana paling efektif untuk membangun karakter bangsa yang kokoh.

“Kegiatan budaya ini bukan sekadar pertunjukan seni atau seremonial belaka. Ini adalah sarana edukasi yang nyata, sekaligus wadah penguatan jati diri masyarakat agar tetap mengakar pada nilai luhur leluhur di tengah derasnya arus perkembangan zaman,” tegas Anton.

Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya Sunda masih sangat dicintai dan hidup di hati masyarakat. Peringatan Hari Jadi Tatar Sunda ini pun dinilai sukses menjadi jembatan yang mempererat keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam menjaga, melestarikan, dan meneruskan nilai-nilai luhur budaya Sunda untuk masa depan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Gus Rozin Apresiasi Muktamirin, Hormati Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU melalui AHWA
Ironi Muktamar NU ke-35: Wartawan Menunggu Seharian, Akses Peliputan Dibatasi
Gus Rozin Ajak Muktamirin Memilih Berdasarkan Hati Nurani
Peristiwa Cipasung Cukup Sekali, Jamaah Perlu Jaga Jam’iyah
Pandangan Kritis terhadap Isu Dinamika Internal Partai Golkar
Wakil Sekretaris PWNU Jateng: Muktamar Berwenang Membahas dan Mengubah AD/ART
Camelia Petir Guncang Muktamar NU ke-35, Jutaan Santri Bersholawat Bersama Seribu Rebana
Aspirasi Masyarakat Makimi: Minta DPR dan DPD RI Awasi Penertiban Kawasan Hutan
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Gus Rozin Apresiasi Muktamirin, Hormati Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU melalui AHWA

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Ironi Muktamar NU ke-35: Wartawan Menunggu Seharian, Akses Peliputan Dibatasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Peristiwa Cipasung Cukup Sekali, Jamaah Perlu Jaga Jam’iyah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Pandangan Kritis terhadap Isu Dinamika Internal Partai Golkar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Wakil Sekretaris PWNU Jateng: Muktamar Berwenang Membahas dan Mengubah AD/ART

Berita Terbaru