Budi Arie: PROJO Tak Kenal Musiman, Menyapa Rakyat Harus Tiap Hari

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyelenggaraan Konferensi Daerah (Konferda) DPD PROJO Jawa Barat tahun 2026 menjadi tonggak krusial dalam upaya pemantapan konsolidasi internal organisasi secara nasional, Sabtu (30/5/2026)

i

Penyelenggaraan Konferensi Daerah (Konferda) DPD PROJO Jawa Barat tahun 2026 menjadi tonggak krusial dalam upaya pemantapan konsolidasi internal organisasi secara nasional, Sabtu (30/5/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bandung – Penyelenggaraan Konferensi Daerah (Konferda) DPD PROJO Jawa Barat tahun 2026 menjadi tonggak krusial dalam upaya pemantapan konsolidasi internal organisasi secara nasional. Ketua Umum DPP PROJO, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Konferda yang digelar serentak di berbagai penjuru Tanah Air merupakan amanah mutlak hasil Kongres Ketiga PROJO yang digelar pada 2025 silam.

Jawa Barat tercatat sebagai provinsi ketiga yang sukses menggelar agenda strategis ini, menyusul keberhasilan pelaksanaan serupa di Jawa Timur dan Riau. Setelah ini, rombongan pimpinan pusat dijadwalkan bergerak ke Makassar, Sulawesi Selatan, guna melanjutkan misi memantapkan struktur organisasi agar semakin kokoh, rapi, dan menjangkau seluruh pelosok Nusantara.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Arie melontarkan pernyataan tegas dan lugas terkait prinsip dasar gerakan PROJO. Ia menegaskan, organisasi ini tidak mengenal pola kerja musiman yang hanya aktif saat menjelang pemilihan umum. Bagi PROJO, nasib, keluh kesah, serta harapan rakyat adalah prioritas yang harus dikawal 24 jam, bukan sekadar dijadikan komoditas politik lima tahunan.

“Pahami cara kerja organisasi kami: menyapa rakyat itu HARUS TIAP HARI, bukan cuma ingat warga saat butuh suara atau dukungan. Kita wajib hadir dan mendengarkan apa yang terjadi di masyarakat setiap saat. Jangan ada mentalitas ‘ada maunya baru datang’. Justru karena kami tiap hari dekat rakyat, kok malah disalahkan? Itu logika yang terbalik,” ujar Budi Arie dengan nada menohok.

“Pak Jokowi Adalah Milik Seluruh Rakyat Indonesia”

Budi Arie juga meluruskan berbagai penafsiran keliru dan isu simpang siur yang berkembang di kalangan politisi maupun pengamat mengenai aktivitas mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, yang belakangan ini kerap turun ke daerah memenuhi undangan masyarakat, termasuk rencana kunjungannya ke Cirebon.

Ia meminta seluruh elemen bangsa berpikiran jernih dan tidak berprasangka buruk. Menurutnya, sangat wajar dan manusiawi jika seorang pemimpin besar yang dicintai jutaan orang, tetap ingin bersilaturahmi dan menyapa rakyatnya secara langsung.

“Masak Pak Jokowi keliling menyapa rakyat saja ditafsirkan macam-macam, dikait-kaitkan dengan isu politik ini-itu? Berhentilah membuat narasi aneh. Bagi kami dan bagi seluruh bangsa, Pak Jokowi itu milik Indonesia, milik rakyat seutuhnya. Beliau adalah pemimpin yang segenap pikiran, waktu, dan tenaganya memang dikhususkan untuk kemaslahatan rakyat,” jelasnya.

Terkait adanya berbagai komentar negatif yang bermunculan, Budi Arie mengaku santai dan menganggap hal tersebut sebagai bumbu biasa dalam dinamika demokrasi dan kebebasan berekspresi.

Budi Arie pun memastikan bahwa komunikasi antara kepemimpinan PROJO dengan Joko Widodo terus berjalan hangat dan intens, terutama dalam rangka mengawal kelancaran agenda Konferda yang sedang bergulir.

Sementara itu, menghadapi tantangan masa depan, DPD PROJO Jawa Barat menyatakan keterbukaan penuh. Seluruh posko dan jajaran di daerah siap menjalin kerja sama dengan siapa saja, baik elemen relawan, komponen masyarakat, maupun parpol, selama tujuannya untuk kebaikan dan kemajuan bersama.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB