Pemerhati Keuangan: Ganti Pimpinan BGN Solusi Atasi Masalah dan Amankan Anggaran

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai sebagai keputusan yang sangat strategis dan tepat sasaran. Pergantian menyeluruh ini diyakini menjadi titik balik untuk memulihkan kembali kepercayaan publik yang sempat tergerus akibat berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program di masa kepemimpinan sebelumnya.

Melalui Surat Keputusan Presiden yang diterbitkan, Prabowo resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, bersamaan dengan pencopotan Wakil Kepala Lodewyk Pusung dan pejabat tinggi lainnya. Sebagai pengganti, ditunjuk Nanik S Deyang untuk memegang pimpinan tertinggi, didampingi oleh Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru. Pergantian ini dilakukan menyusul hasil evaluasi mendalam selama satu setengah tahun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kerap diwarnai kasus keracunan makanan, mutu gizi di bawah standar, hingga kekhawatiran publik terkait pengelolaan dan akuntabilitas anggaran negara yang sangat besar.

Pemerhati Keuangan dan Moneter dari Havara Institute, Zulhamedy Syamsi, menegaskan bahwa perombakan total ini merupakan bukti nyata ketegasan pemerintah dalam menjaga aset dan keuangan negara. Menurutnya, pembenahan menyeluruh ini bukan sekadar rotasi jabatan rutin, melainkan langkah korektif mendasar agar program strategis nasional ini kembali berjalan pada koridor yang benar, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Keputusan Presiden merombak total pimpinan BGN ini sangat tepat dan sangat diperlukan. Publik sudah banyak menyampaikan keluhan, mulai dari ditemukannya makanan tidak layak konsumsi, kasus keracunan, hingga tata kelola yang dinilai belum rapi dan terbuka. Dengan hadirnya pimpinan baru, kami berharap seluruh kekurangan dan celah masalah itu ditutup dan diperbaiki secara total. Ini cara tegas Presiden Prabowo menunjukkan bahwa tidak ada pejabat yang kebal dari evaluasi kinerja, dan kepercayaan rakyat serta keamanan uang negara adalah prioritas utama,” ujar Zulhamedy.

Ia menilai, penunjukan sosok Nanik S Deyang sebagai pemimpin baru bukan tanpa pertimbangan matang. Sebagai sosok yang sudah lama berkecimpung di lingkungan organisasi dan memahami seluk-beluk birokrasi, ia dinilai memiliki wawasan luas serta kepekaan tinggi terhadap aspirasi masyarakat. Tugas utama Nanik dan tim baru kini adalah memastikan setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan negara tercatat dengan jelas, setiap porsi makanan yang sampai ke anak-anak benar-benar aman, bergizi, dan memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG), serta menutup segala celah yang memungkinkan terjadinya penyimpangan.

Lebih jauh, Zulhamedy menilai langkah ini sekaligus membantah anggapan yang berkembang bahwa pemerintahan Prabowo masih terikat atau dipengaruhi kebijakan masa lalu. Keputusan ini menjadi bukti bahwa Presiden berani mengambil langkah berani dan tegas, meskipun pejabat yang diganti merupakan orang yang sebelumnya diangkat pada periode pemerintahan terdahulu.

“Prabowo ingin Program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar menjadi kebanggaan bangsa, bukan menjadi sorotan masalah atau polemik yang tiada henti. Perombakan total ini menjadi modal kuat untuk mengembalikan kepercayaan publik, sekaligus menjamin program bernilai triliunan rupiah ini berjalan efektif, efisien, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi kualitas generasi mendatang,” tambahnya.

Saat ini, sorotan publik tertuju pada kinerja tim pimpinan baru. Tantangan besar menanti di depan mata, mulai dari memulihkan citra lembaga, memperbaiki sistem distribusi, hingga menjamin kualitas gizi yang merata di seluruh pelosok Indonesia. Kunci keberhasilan ada di tangan kepemimpinan baru untuk membuktikan bahwa perubahan ini membawa dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi
Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat
 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Berita ini 25 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Tugas Menjaga Indonesia Tidak Pernah Selesai,  Bung AIR Ajak Generasi Muda Terus Berkontribusi

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Camellia Apresiasi Wacana Pengadilan Ad Hoc: BUMN Harus Dikembalikan untuk Kepentingan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB