CBA Minta Kejati Jateng Usut Tuntas Nama yang Disebut Gus Yazid

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Persidangan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait aset tanah BUMD di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang kembali menjadi sorotan. Terdakwa Ahmad Yazid atau Gus Yazid secara terbuka menyeret nama Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dalam perkara yang sedang menjerat dirinya.

Usai menjalani sidang putusan sela, Rabu (3/6/2026), Gus Yazid mempertanyakan objektivitas aparat penegak hukum dalam menangani perkara tersebut. Ia menilai proses hukum belum menyentuh seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus sengketa aset negara tersebut.

Dalam keterangannya kepada awak media, Gus Yazid menyatakan keberatan apabila hanya dirinya yang dimintai pertanggungjawaban. Ia pun menantang aparat penegak hukum untuk mengusut perkara tersebut secara menyeluruh dan memeriksa pihak-pihak lain yang disebut memiliki keterkaitan.

Nama Sudaryono sendiri tidak tercantum dalam surat dakwaan maupun hasil penyidikan yang telah disampaikan di persidangan. Namun, namanya mencuat setelah disebut langsung oleh Gus Yazid usai mengikuti sidang di Pengadilan Tipikor Semarang.

Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi, turut menanggapi perkembangan tersebut. Menurutnya, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah harus berani menindaklanjuti setiap informasi yang muncul dalam persidangan apabila dianggap relevan dengan proses penegakan hukum.

“Jika memang ada nama yang disebut dalam fakta persidangan atau keterangan terdakwa, maka aparat penegak hukum harus melakukan pendalaman secara objektif dan profesional,” ujar Uchok Sky kepada wartawan, Sabtu (6/6/2026).

Ia juga menyoroti persepsi publik terkait keberanian aparat dalam menangani perkara yang melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki posisi strategis di pemerintahan maupun partai politik.

Menurut Uchok, penyidik perlu memberikan penjelasan yang transparan kepada masyarakat terkait langkah-langkah yang telah dilakukan agar tidak muncul anggapan adanya perlakuan berbeda dalam penanganan perkara.

Sementara itu, dalam pernyataannya, Gus Yazid mengklaim bahwa terdapat pihak-pihak lain yang semestinya turut dimintai keterangan dalam perkara tersebut. Ia menyebut sejumlah nama mantan pejabat dan tokoh publik, termasuk Sudaryono, untuk diperiksa oleh aparat penegak hukum.

Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari Sudaryono terkait pernyataan yang disampaikan Gus Yazid tersebut. Selain itu, aparat penegak hukum juga belum mengumumkan adanya status hukum ataupun pemeriksaan terhadap nama-nama yang disebut oleh terdakwa.

Kasus TPPU aset tanah BUMD yang menjerat Gus Yazid masih terus bergulir di Pengadilan Tipikor Semarang. Sidang lanjutan dijadwalkan kembali digelar untuk mendengarkan agenda pemeriksaan berikutnya sesuai proses hukum yang berlaku.

Perkembangan perkara ini menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan pengelolaan aset negara dan potensi kerugian yang ditimbulkan. Masyarakat pun menantikan langkah aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti berbagai informasi yang muncul selama persidangan berlangsung.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru