Dinamika di UGM: JAGATANI Minta Kritik Mahasiswa Dijawab Kebijakan Nyata

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi di Kampus UGM, Selasa (16/6/2026)

i

Diskusi di Kampus UGM, Selasa (16/6/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Insiden pembubaran diskusi publik yang dihadiri sejumlah pejabat Kabinet Prabowo-Gibran oleh ratusan mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin malam (15/6), memicu perhatian luas. Menanggapi peristiwa tersebut, Jejaring Penggerak Agraria dan Kaum Tani Hutan Indonesia (JAGATANI) menilai situasi ini sebagai cerminan penting dari dua sisi demokrasi yang sama-sama perlu dijaga: hak kritis mahasiswa dan kewajiban pemerintah untuk terbuka berdialog.

Ketua Komite Penggerak Nasional JAGATANI, Maslam Danuri, menyatakan peristiwa itu mencerminkan kondisi bernegara saat ini.

“Di satu sisi, masyarakat melihat ada kekurangan dalam cara pemerintah mengelola kebijakan; di sisi lain, pemerintah tetap berusaha hadir dan berdialog secara dewasa,” ujarnya, Selasa (16/6/2026)

JAGATANI memberikan penghormatan atas idealisme mahasiswa. Aksi penolakan itu bukan sekadar kericuhan, melainkan wujud kegelisahan nyata petani kecil, buruh tani, dan masyarakat adat yang ruang hidupnya terancam oleh alih fungsi lahan dan proyek berskala besar.

“Tuntutan transparansi kebijakan agraria dan pengentasan kemiskinan adalah kontrol sosial yang sah. Kampus harus tetap menjadi ruang merdeka yang tidak bisa dikekang oleh narasi kekuasaan,” tegas Maslam.

Di sisi lain, ia juga mengapresiasi sikap pejabat yang hadir Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wamen Pertanian Sudaryono, dan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko. Langkah mereka yang tetap bertahan, turun ke tengah massa, dan duduk berhadapan untuk mendengar aspirasi dinilai sebagai preseden baik dalam budaya politik. Hal ini menunjukkan pemerintah memiliki iktikad tidak menutup diri terhadap kritik.

Namun, JAGATANI menegaskan bahwa ketegangan ini membuktikan adanya sumbatan komunikasi yang harus segera diurai.

“Energi besar ada di kedua pihak: mahasiswa berjuang membela rakyat, pemerintah berniat membuka diri. Jangan sampai energi ini habis hanya untuk benturan di lapangan,” katanya.

JAGATANI mendesak agar peristiwa ini dijadikan titik balik. Pemerintah harus menjawab kritik dengan kebijakan nyata yang melindungi lahan petani, sementara mahasiswa diharapkan terus mengawal jalannya pemerintahan melalui dialog dan tawaran solusi yang konstruktif.

“Keadilan agraria dan kemandirian pangan tidak akan tercapai jika kita terpecah. Jadikan kritik sebagai jalan perbaikan, bukan alasan untuk saling menjauh,” pungkas Maslam.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ahmad Jayani Pimpin PAGAR PALMERAH, 60 Pedagang Gelora-Palmerah Bangun Wadah Bersatu dan Berdaya
Marwan Jafar PKB: Bank Indonesia Wajib Dorong Penguatan dan Penyehatan UMKM
David Pajung: Banyak Pihak Menyusup Bawa Nama Jokowi, Justru Coba Merusak Hubungan dengan Prabowo
DPRD Pandeglang Bungkam, KITA Banten Desak Pemasangan Tiang WiFi di Batur Jaya Dihentikan
Mulyani, Budi Arie, Dito, Gelombang Penyingkiran Orang Jokowi di Kabinet
H. Moch Soleh Silaturahmi ke Kediaman Joko Widodo di Surakarta, Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Pemerintah
Aktivis Buruh Desak RT/RW Kampung Batur Jaya Dicopot, Carlianto Soroti Keberpihakan kepada Pengusahan
Marwan Jafar: Pemegang Polis Asuransi Harus Terjamin dan Terlindungi
Berita ini 20 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 04:17 WIB

Ahmad Jayani Pimpin PAGAR PALMERAH, 60 Pedagang Gelora-Palmerah Bangun Wadah Bersatu dan Berdaya

Rabu, 16 September 2026 - 15:08 WIB

Marwan Jafar PKB: Bank Indonesia Wajib Dorong Penguatan dan Penyehatan UMKM

Selasa, 15 September 2026 - 22:10 WIB

DPRD Pandeglang Bungkam, KITA Banten Desak Pemasangan Tiang WiFi di Batur Jaya Dihentikan

Selasa, 15 September 2026 - 12:03 WIB

Mulyani, Budi Arie, Dito, Gelombang Penyingkiran Orang Jokowi di Kabinet

Senin, 14 September 2026 - 22:30 WIB

H. Moch Soleh Silaturahmi ke Kediaman Joko Widodo di Surakarta, Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Pemerintah

Berita Terbaru