Jaga Daya Beli Masyarakat, Mahasiswa Minta Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam puluhan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) lintas kampus se-Indonesia yang tergabung dalam BEM Persatuan Indonesia menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).

i

Sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam puluhan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) lintas kampus se-Indonesia yang tergabung dalam BEM Persatuan Indonesia menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam puluhan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) lintas kampus se-Indonesia yang tergabung dalam BEM Persatuan Indonesia menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). Aksi ini diangkat dengan semangat “Persatuan, Perjuangan untuk Keadilan, Demokrasi dan Masa Depan Indonesia”.

Dalam orasi yang disampaikan, para perwakilan mahasiswa menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap berbagai dinamika yang terjadi di tanah air, mulai dari kondisi penyelenggaraan negara hingga maraknya informasi yang tidak jelas kebenarannya. Sebagai wujud tanggung jawab intelektual, mereka menyampaikan sejumlah sikap dan harapan yang disusun secara terukur.

Hikmah Maulana, Perwakilan Aliansi BEM Persatuan Indonesia dari Universitas Jayabaya menjelaskan bahwa aksi ini bukan sekadar menyampaikan kritik, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap kemajuan bangsa.

“Kami melihat banyak program pemerintah memiliki tujuan yang sangat baik, seperti Makan Bergizi Gratis yang menjadi fondasi menyiapkan Generasi Emas 2045. Namun, tujuan mulia tersebut harus diimbangi dengan tata kelola yang rapi, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan agar tidak terjadi penyimpangan atau pemborosan anggaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, permintaan evaluasi menyeluruh terhadap program strategis pemerintah juga bertujuan agar pelaksanaannya benar-benar sesuai peraturan perundang-undangan dan prinsip pemerintahan yang baik.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah yang berasal dari uang rakyat digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kepentingan golongan tertentu,” tegasnya.

Sementara itu, Ikhsan Buyung Kalean, Perwakilan Aliansi BEM Persatuan Indonesia dari Universitas Ibnu Chaldun menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa tetap berpegang pada nilai-nilai demokrasi dan persatuan.

“Kami mengecam keras segala bentuk persekusi atau pembatasan ruang diskusi. Demokrasi itu tumbuh lewat dialog dan pertukaran pikiran, bukan dengan menutup pendapat yang berbeda,” katanya.

Ikhsan juga menyampaikan pandangan terkait situasi ekonomi dan ketenangan publik.

“Kami meminta pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan BBM bersubsidi agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Di sisi lain, kami mengajak seluruh rakyat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks, serta tetap menjaga persatuan agar bangsa ini tetap kuat menghadapi berbagai tantangan,” jelasnya.

Ia menanggapi secara khusus tantangan untuk berdialog dengan pejabat publik.

“Kami menantang Wakil Menteri Pertanian Sudaryono maupun pejabat lainnya untuk hadir berdiskusi secara terbuka. Jika memiliki keyakinan dengan kebijakan yang diambil, maka buktikan dengan data dan argumen yang masuk akal, bukan hanya mengandalkan emosi atau kekuasaan semata. Inilah wujud demokrasi yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, aliansi ini telah menyampaikan lima poin sikap resmi, yaitu mendorong evaluasi menyeluruh lembaga dan program pemerintah, menjamin kebebasan ruang berpendapat, memulihkan stabilitas ekonomi, mengimbau masyarakat waspada terhadap informasi menyesatkan, serta meminta pejabat menjadi jembatan aspirasi bagi rakyat.

Terkait Program Makan Bergizi Gratis, BEM Persatuan Indonesia menegaskan posisinya setelah melakukan kajian mendalam: mendukung kelanjutannya karena aspek gizi bersifat mendasar, namun dengan syarat utama bahwa seluruh mekanisme pelaksanaannya harus diperbaiki secara komprehensif.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Tidak Benar Rutan Bareskrim Jadi Sarang Narkoba, Polri: Semua Tahanan Tes Negatif
Pajak Marketplace Ditunda, Komisi XI Desak Pemerintah Matangkan Kebijakan
Bulog KC Lebak Luncurkan Bantuan Pangan Alokasi Juli, Agustus dan September Sekaligus
Berita ini 19 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:40 WIB

FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:06 WIB

BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel

Berita Terbaru