Praktisi Pendidikan Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Terkait Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Jakarta — Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pendidikan gratis pada seluruh jenjang pendidikan negeri, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, mendapat apresiasi dari praktisi dan pengamat pendidikan.

 

Praktisi sekaligus pengamat pendidikan, Handiyono Aruman, menilai kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

 

“Sudah saatnya pendidikan tinggi mendapatkan perhatian penuh dan dijadikan sebagai kebutuhan dasar rakyat Indonesia. Selama ini, fokus pendidikan gratis baru menyentuh jenjang pendidikan dasar. Kebijakan Presiden Prabowo ini menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap hak seluruh warga negara untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terhalang kendala finansial,” ujar Handiyono.

 

Menurutnya, komitmen tersebut perlu segera diterjemahkan ke dalam kebijakan yang konkret, terukur, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Respons terhadap arahan Presiden tersebut juga dilakukan oleh kementerian terkait, yakni Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

 

Kemdiktisaintek disebut tengah mengkaji kebutuhan anggaran untuk mendukung pembebasan biaya pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dalam pembahasan tersebut, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp93,7 triliun. Perhitungan itu menjadi bagian dari upaya menyusun skema pelaksanaan pendidikan gratis yang selaras dengan kebijakan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

 

Pembahasan mengenai skema dan teknis pelaksanaan program tersebut kemudian berlanjut dalam Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara, yang membahas langkah konkret pemerintah dalam merealisasikan komitmen pendidikan gratis secara nasional.

 

Menanggapi langkah koordinasi dan respons kementerian teknis tersebut, Handiyono yang juga dikenal sebagai aktivis ’98 menilai kebijakan pendidikan gratis perlu terus dikawal agar tidak berhenti pada tataran wacana.

 

“Sebagai mandataris rakyat, arahan dan niat baik dari Presiden Prabowo yang direspons cepat oleh Kemdiktisaintek dan Kemendikdasmen harus kita dukung penuh untuk segera dilaksanakan. Dengan kalkulasi anggaran yang sudah dihitung oleh kementerian terkait, kami berharap kebijakan ini dapat terealisasi secara nyata agar dampak positifnya segera dirasakan oleh masyarakat luas,” katanya.

 

Handiyono menambahkan, perlu ada kesiapan regulasi, penganggaran, serta mekanisme pelaksanaan yang jelas agar program pendidikan gratis dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

 

“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. Karena itu, kebijakan yang memperluas akses pendidikan harus dikawal bersama agar benar-benar memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Tentang Handiyono Aruman

Handiyono Aruman merupakan praktisi pendidikan dan aktivis ’98 yang menaruh perhatian pada isu pemerataan akses pendidikan serta penguatan sistem pendidikan nasional di Indonesia.

 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri
Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran
 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim
Arif Rahman: Ikan Bermutu, Kunci Generasi Pandeglang Lebih Cerdas
Dave Laksono: Modernisasi Alutsista Tak Cukup, SDM Harus Siap Mengoperasikan
Marwan Jafar PKB: Standar Kewajaran LPS Harus Terukur dan Akuntabel
Lewat Pendidikan Politik, Anton Suratto Bangun Kader Partai Demokrat yang Tangguh di Jabar
Ijazah Gibran: Soal Administrasi atau Pertarungan Politik, Zulhamedy Syamsi Ungkap Makna di Balik Polemik
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:29 WIB

 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Arif Rahman: Ikan Bermutu, Kunci Generasi Pandeglang Lebih Cerdas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Dave Laksono: Modernisasi Alutsista Tak Cukup, SDM Harus Siap Mengoperasikan

Berita Terbaru