Pengamat: Demokrasi Butuh Banyak Pilihan, Kepala Daerah Bisa Meramaikan Pilpres 2029

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Presiden Jokowi bersama masyarakat dan relawan Jokowi

i

Keterangan Foto: Presiden Jokowi bersama masyarakat dan relawan Jokowi

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Pengamat politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago menilai dinamika menuju Pilpres 2029 akan semakin menarik apabila diwarnai oleh munculnya lebih banyak figur alternatif, termasuk dari kalangan kepala daerah.

Menurutnya, demokrasi yang sehat membutuhkan kompetisi gagasan dan pilihan kepemimpinan yang beragam.

“Demokrasi membutuhkan pilihan. Semakin banyak figur yang memiliki kapasitas untuk tampil, semakin baik bagi kualitas demokrasi kita,” ujar Arifki.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman politik Indonesia menunjukkan kepala daerah memiliki peluang untuk naik ke level kepemimpinan nasional. Presiden ke-7 RI Joko Widodo membangun karier politik dari Wali Kota Solo hingga menjadi Presiden, sementara Anies Baswedan mampu menjadi salah satu kandidat utama setelah memimpin DKI Jakarta.

Menurut Arifki, pola tersebut membuat sejumlah kepala daerah saat ini mulai masuk dalam perhatian publik menjelang Pilpres 2029, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

“Memimpin daerah strategis merupakan modal politik yang penting dan momentum itu yang dirasakan Anies Baswedan dan Ridwan Kamil menjelang Pilpres 2024. Tetapi itu baru langkah awal, tantangan berikutnya adalah bagaimana membangun kapasitas, rekam jejak, dan kepercayaan publik di tingkat nasional,” katanya.

Ia menilai waktu tiga tahun menjelang Pilpres merupakan periode penting bagi para kepala daerah untuk menunjukkan kualitas kepemimpinannya melalui kinerja, bukan semata-mata melalui pencitraan.

“Yang dibutuhkan sekarang bukan kampanye, melainkan karya dan memanfaatkan momentum. Kepala daerah yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan publik ketika berbicara di level nasional, ujar Arifki.

Arifki menegaskan bahwa semakin banyak kepala daerah yang mampu menunjukkan prestasi, semakin banyak pula alternatif yang dimiliki masyarakat dalam menentukan pemimpin nasional.

“Pada akhirnya, demokrasi tidak membutuhkan sedikit pilihan, tetapi membutuhkan banyak pilihan yang sama-sama berkualitas. Kompetisi yang sehat akan menghadirkan pemimpin terbaik bagi Indonesia dan proses itu sudah pernah kita lalui di Pilpres sebelumnya, ” tutup Arifki.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pakar P3S: Penunjukan Plt Rektor Asal Sulsel, SDM Unsrat Dipertanyakan
Es Doa Indung Bapak Hadirkan Aneka Varian Es Kelapa Muda, Racikan Warisan Keluarga
Jangkau Masyarakat, Anton Suratto Perkenalkan Inovasi Digital
Isu Pergantian Kapolri, Sahabat Presisi: Jangan Ganggu Konsentrasi Polri Tuntaskan Perkara Besar
NasDem Resmi Lantik Pimpinan Petani NasDem, Siap Kawal Swasembada Pangan
Didukung PWNU-PCNU se Banten, Gus Rozin Siap Perkuat Ukhuwah Nahdliyah, Pesantren, dan Peran NU sebagai Masyarakat Sipil
Jamin Pasokan & Harga Stabil, BULOG Genjot Salur Beras Premium ke Toko Ritel
DPC AMIRA Pandeglang Desak BGN Segera Isi Kekosongan Kepala SPPG Sukaratu 06, Operasional Dapur MBG Lumpuh Berbulan-bulan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Pengamat: Demokrasi Butuh Banyak Pilihan, Kepala Daerah Bisa Meramaikan Pilpres 2029

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Pakar P3S: Penunjukan Plt Rektor Asal Sulsel, SDM Unsrat Dipertanyakan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Es Doa Indung Bapak Hadirkan Aneka Varian Es Kelapa Muda, Racikan Warisan Keluarga

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:31 WIB

Jangkau Masyarakat, Anton Suratto Perkenalkan Inovasi Digital

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:35 WIB

NasDem Resmi Lantik Pimpinan Petani NasDem, Siap Kawal Swasembada Pangan

Berita Terbaru