Profil Dr Didik Farkhan, Eks Wartawan Jabat Kajati Banten

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 26 Januari 2023 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co.Jakarta – Jaksa Agung ST Burhanuddin merotasi puluhan pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan RI. Termasuk diantaranya Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten, Leonard Eben Ezer dirotasi menjadi Kajati Sulawesi Selatan di Makasar.

Nantinya, Leonard akan menggantikan Raden Febrytriyanto yang dipromosikan menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung di Jakarta. Posisi yang ditinggalkan Leonard Eben Ezer, akan dijabat oleh Dr Didik Farkhan Alisyahdi. Dimana, Dr Didik Farkhan Alisyahdi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi pada Jambin Kejagung.

Sebelum mengawali karir sebagai seorang Jaksa, Didik juga sempat menjalani profesi sebagai wartawan harian surat kabar memorandum ternama di Bojonegoro Jawa Timur. Didik Farkhan Alisyahdi Lahir di Bojonegoro 18 Oktober 1971.

Didik merupakan lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang tahun 1993, dia bekerja sebagai koresponden harian Memorandum di Bojonegoro. Baru dua bulan menjadi wartawan. Ia mendengar ada lowongan di Kejaksaan dan mendaftar disana, karena kata Didik, Ayah beliau sangat antusias menginginkan anaknya menjadi seorang Jaksa.

“Saya mendaftar ke Kejaksaan Agung, ikut tes selama 7 tahap, selama 8 bulan. Saat ikut tes saya tetap aktif kirim berita. Masih nyambi bekerja. Ternyata dari ribuan pelamar hanya diambil 150 calon jaksa, saya lulus. Sejak tahun 1994 saya gabung di Kejaksaan,” kata Didik menceritakan, kepada Redaksi Terasmedia.co , Kamis (26/1)

Baca juga : Kapuspenkum Tak Hadiri Mubes Pemilihan Ketua Forwaka Kejagung

“Sejak Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, 1990, saya sudah aktif di pers mahasiswa. Pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Kampus “Manifest”. Maka begitu lulus, 1993 langsung gabung harian pagi Memorandum. Merasakan jadi wartawan di tempatkan di Bojonegoro,” tambah Didik.

Menurut Didik, ada banyak kesamaan antara Jaksa dan wartawan, dimana kata Didik untuk wartawan selalu mempertanyakan pertanyaan ke narasumber. Sementara itu, kata Didik, Jaksa mencecar pertanyaa kepada tersangka atau terdakwa. Apalagi kalau jadi Jaksa di bidang intelijen, itu malah pekerjaannya 11-12 dengan wartawan.

“Sama-sama mencari informasi untuk diolah. Sama-sama kemudian membuat laporan. Cuma kalau Jaksa dibagain intel produknya laporan intel, kalau wartawan produknya berita. Bisa straight news atau feature. Sebenarnya sama-sama menjadi penulis. Karena 90 peresen pekerjaan Jaksa juga menulis. Mulai membuat surat dakwaan, surat tuntutan itu juga sebuah karya tulisan,” tutur Didik menjelaskan.

Diceritakan Didik, untuk perkembangan pers saat ini tantang yang dihadapi super berat, seperti lahirnya media sosial. Kata Didik, setiap orang sekarang bisa menjadi reporter. Ada kejadian apa saja di sekitarnya, bisa direkam, mencatat, menuliskan dan menanyangkan langsung dalam medsosnya, ada Youtube, IG, FB, Twitter, atau WA siap menampung. Paling berat saat itu media cetak. Sudah ongkos cetaknya besar, beritanya dianggap selalu “ketinggalan” dengan online.

“Sesibuk apapun, saya kangen menulis. Saya perlu media untuk menampung tulisan saya itu. Akhirnya saya buat website untuk tempat “penampungan” tulisan-tulisan saya. Karena tidak mungkin menulis tentang orang lain, akhirnya menulis tentang pengalaman sendiri. Jadi saya sempatkan menulis disela-sela kesibukan Kantor,” tutur Didik.

Lebih lanjut, kata Didik pada saat perjalanan pulang-pergi dari kantor, pihaknya selalu menyempatkan diri untuk menulis. Uniknya, kata Didik, dia terbiasa menulis dari handphone bukan dari laptop.

“Jadi bisa di mana pun, kapanpun saya menulis. Termasuk saat saya terbang di pesawat, daripada bengong pasti saya isi dengan menulis dari HP,” ucap Didik

Dikatakan Didik, dia kerap berbagi pengalaman agar pribadinya di website yang dikelolanya. Untuk isi kontenya, kata Didik, 90 peresen seputar kegiatan atau pengalaman dia sendiri sebagai aparat penegak hukum. Contohnya kata Didik, tentang tulisan orang gila membunuh, haruskah dia dihukum? Pengalaman yang Didik tangani kasus seperti itu dia posting dan share. Siapa tahu ada jaksa lain kesulitan menghadapi kasus seperti itu. Dia bisa bersikap seperti apa yang Didik tulis.

“Ada satu tulisan saya yang sempat viral dan lebih baca 30.000 orang. Tentang Pembunuhan kopi Sianida “Mirna” dengan terdakwa Jesica. Saya punya pengalaman menangani pembunuhan Munir. Sama-sama diracun. Gimana cara membuktikan di Pengadilan saya uraikan. Itu bisa menginspirasi. Intinya saya itu senang menulis, lalu kalau tulisan itu hanya saya baca sendiri kan tidak ada manfaatnya. Maka dengan saya share ke publik harapannya semoga tulisan-tulisan itu ada manfaat,” tutup Didik. (Mukhsin/Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​
Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno
Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC
FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial
Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber
BEM Indonesia Desak KPK Usut Tata Kelola PT Vale IGP Pomalaa, Soroti Dugaan 200 Ribu Ton Ore Nikel
Tidak Benar Rutan Bareskrim Jadi Sarang Narkoba, Polri: Semua Tahanan Tes Negatif
Pajak Marketplace Ditunda, Komisi XI Desak Pemerintah Matangkan Kebijakan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

 Menjelang Muktamar NU ke-35: Sorotan Bergeser ke Perebutan Posisi Rais Aam ​

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Dr RD Mohammad Teguh Darmawan Resmi Jabat Kajati Jawa Barat, Gantikan Sutikno

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Anton Suratto Daftar Kembali Ketua DPD Demokrat Jabar, Didukung 27 DPC

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:40 WIB

FBB Imbau Masyarakat Saring Informasi dan Tangkal Hoaks di Media Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Egi Hendrawan Puji Rekor MURI Kapolri Cup 2026 dan Peran Gen Z Jaga Dunia Siber

Berita Terbaru