Pada Syukuran Harlah ke-2, Relawan KITA Dukung Terwujudnya Ibu Kota Nusantara

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

TerasMedia.co Jakarta – Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) menggelar syukuran HUT Kemerdekaan RI ke-77 sekaligus perayaan hari ulang tahun KITA ke-2. Acara yang digelar di Hotel Sofyan Tebet, Jakarta Selatan ini dihadiri oleh para pengurus KITA pusat hingga daerah, para simpatisan, serta undangan lainnya.

Ketua Umum KITA, KH Maman Imanulhaq dalam sambutannya mengatakan, KITA meski baru genap 2 tahun berdiri, namun organisasi ini sudah berbuat banyak, serta pula memberi kontribusi nyata di berbagai sektor seperti pertanian, UMKM, kesenian dan budaya, serta memberi beragam sumbangan pemikiran terhadap gerakan politik kesadaran.

“Tanggal 19 Agustus 2020 lalu KITA dilahirkan, selama 2 tahun ini KITA semakin dewasa menjadi organisasi yang mapan dengan dinamika keorganisasian yang konstruktif. Meski organisasi baru, nama KITA sudah banyak dikenal publik serta telah membentuk banyak kepengurusan di berbagai daerah, ” kata Kiai Maman dalam sambutannya Jakarta 19/8/22.

KITA pun, imbuh Kiai Maman, pada harlah kali ini memastikan dukungan pada pemindahan Ibu Kota baru negara dari Jakarta ke Kalimantan. Menurutnya, pemindahan Ibu Kota adalah keniscayaan, apalagi keputusan itu pun telah diketuk palu di DPR. Ia yakin dengan pemindahan Ibu Kota baru ini, Indonesia akan cepat bertransformasi menjadi negara maju, serta dari aspek geopolitiknya, Indonesia akan menjadi pemimpin baru dalam peta politik global.

Sementara Ketua Majelis Hikmah KITA, Taufik Rahzen dalam orasi budayanya, menyebut bahwa pemindahan Ibu Kota Nusantara adalah masuknya era mantavara kelima. Menurut Taufik yang juga budayawan ini, 2024 adalah momentum baru terbentuknya dunia baru. Masyarakat dunia, kata Taufik, akan dipengaruhi oleh paradigma baru yang terkait dengan kepemimpinan dalam perubahan iklim, kesadaran planeter, dan ekologi alamkara.

“Pembangunan ibukota Nusantara menjadi penanda untuk menciptakan Mandala baru. Dalam istilah Bung Karno pada pidato bersejarah di PBB pada tahun 1960 yaknk To Build The World A New,” kata Taufik Rahzen dalam orasi budayanya.

Dalam kesempatan itu pula, KITA merombak susunan kepengurusannya dari tingkatan pusat hingga daerah. Sekjend KITA, Ayep Zaki yang membacakan susunan kepengurusan baru KITA itu berharap, formasi kepengurusan baru KITA ini semakin membuat kerja keorganisasian semakin efektif dan masif.

Di ujung acara, peringatan Harlah ke-2 KITA pun semakin meriah dengan hiburan kesenian debus dari Banten, ada juga nyanyi dangdutan bersama, serta pemotongan tumpeng dan makan bersama.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Gus Rozin Apresiasi Muktamirin, Hormati Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU melalui AHWA
Ironi Muktamar NU ke-35: Wartawan Menunggu Seharian, Akses Peliputan Dibatasi
Gus Rozin Ajak Muktamirin Memilih Berdasarkan Hati Nurani
Peristiwa Cipasung Cukup Sekali, Jamaah Perlu Jaga Jam’iyah
Pandangan Kritis terhadap Isu Dinamika Internal Partai Golkar
Wakil Sekretaris PWNU Jateng: Muktamar Berwenang Membahas dan Mengubah AD/ART
Camelia Petir Guncang Muktamar NU ke-35, Jutaan Santri Bersholawat Bersama Seribu Rebana
Aspirasi Masyarakat Makimi: Minta DPR dan DPD RI Awasi Penertiban Kawasan Hutan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Gus Rozin Apresiasi Muktamirin, Hormati Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU melalui AHWA

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Ironi Muktamar NU ke-35: Wartawan Menunggu Seharian, Akses Peliputan Dibatasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Peristiwa Cipasung Cukup Sekali, Jamaah Perlu Jaga Jam’iyah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Pandangan Kritis terhadap Isu Dinamika Internal Partai Golkar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Wakil Sekretaris PWNU Jateng: Muktamar Berwenang Membahas dan Mengubah AD/ART

Berita Terbaru