Munaslub Golkar: Gerakan Senyap Gulingkan Bahlil?

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (Red).

i

Foto (Red).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Arah angin politik di tubuh Partai Golkar mulai bergeser. Di balik rapat-rapat resmi yang tampak tenang, aroma kudeta perlahan menguar. Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) menguat. Narasinya belum diumumkan terang-terangan, tetapi dinamika internal mulai menunjukkan arah yang mengarah pada pergantian kepemimpinan.

Nama Nusron Wahid muncul sebagai tokoh yang digadang-gadang menggantikan posisi Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Golkar saat ini sekaligus Menteri Investasi. Bahlil yang dikenal sebagai loyalis Presiden Jokowi, mulai dinilai tak lagi cocok di era transisi menuju pemerintahan Prabowo-Gibran. Seorang elite DPP Golkar menyebut, “Dia terlalu Jokowi untuk zaman Prabowo.”

Pernyataan itu tidak hanya menyiratkan kritik, tapi juga penegasan bahwa lanskap kekuasaan telah berubah. Loyalitas lama kini bisa menjadi beban politik. Dan di tubuh Golkar, relevansi selalu lebih penting daripada ideologi.

Di saat Bahlil mulai kehilangan dukungan, Nusron Wahid hadir dalam gerakan yang sunyi. Ia tidak tampil frontal, tidak menggugat secara terbuka, tetapi aktif menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh kunci di internal partai. Dalam politik Golkar, strategi diam-diam seperti ini seringkali lebih mematikan daripada seruan terbuka. Nusron tidak sedang membangun pencitraan, tetapi kepercayaan. Dan itu, dalam logika politik partai beringin, adalah senjata utama.

Beberapa sumber menyebut bahwa pembicaraan informal terkait Munaslub sudah dimulai. Bahkan nama-nama alternatif Ketua Umum mulai dibicarakan secara terbatas. Pemicu gerakan ini tidak hanya berasal dari dinamika eksternal, tetapi juga evaluasi internal atas kinerja Bahlil: dari persoalan gas melon 3kg, polemik perizinan, hingga lemahnya soliditas struktur daerah.

Golkar bukan partai ideologis. Ia partai kekuasaan. Dan dalam sejarahnya, partai ini selalu piawai menyesuaikan diri. Ketika seorang pemimpin dinilai tak lagi relevan, maka restu elite akan beralih—tanpa perlu keributan.

Jika Munaslub benar-benar digelar, publik akan menyaksikan babak baru politik senyap: bagaimana pergantian pucuk pimpinan bisa terjadi tanpa suara tinggi, hanya lewat kalkulasi dingin dan konsensus tersembunyi.

Kini, Golkar berada di persimpangan. Antara mempertahankan Bahlil—simbol loyalitas masa lalu, atau menyambut Nusron—representasi kompromi terhadap masa depan. Siapa yang akan menang, belum pasti. Tapi satu hal jelas: di Golkar, perubahan jarang terjadi dengan gaduh. Ia datang diam-diam—dan mematikan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang
KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan
Tegas! Wabup Intan: Stunting Bukan Tugas Satu Instansi
Kejari Kabupaten Tangerang Musnahkan Barang Bukti 65 Perkara
Adi Kurniawan: Jangan Ada Pihak yang Adu Domba Rakyat demi Program MBG
Dugaan Korupsi Batubara PLN EPI Di balik Petaka Blackout Sumatera
Siap-Siap! Kabupaten Tangerang Rombak Venue Olahraga untuk POPDA 2028
Pemkot Tangerang Masuk Daftar Khusus KPK, Ada Apa?
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:16 WIB

Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:31 WIB

KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:11 WIB

Tegas! Wabup Intan: Stunting Bukan Tugas Satu Instansi

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:36 WIB

Kejari Kabupaten Tangerang Musnahkan Barang Bukti 65 Perkara

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:41 WIB

Adi Kurniawan: Jangan Ada Pihak yang Adu Domba Rakyat demi Program MBG

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Polda Banten Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Sitaannya Capai Rp90,5 Miliar

Selasa, 30 Jun 2026 - 12:50 WIB