Dinilai Arogan, Pidato Bupati Lebak di HUT RI ke 80 Mendapat Kritikan Tajam Dari Ketua KUMALA Rangkasbitung

Dinilai Arogan, Pidato Bupati Lebak di HUT RI ke 80 Mendapat Kritikan Tajam Dari Ketua KUMALA Rangkasbitung I Teras Media
Keterangan foto: Idham Mufarrij Haqim, Ketua Kumala Rangkasbitung.
Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak– Pidato Bupati Lebak Banten dalam Perayaan Hari Ulang Tahun ( HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang sakral di Alun-alun Rangkasbitung mendapat kritikan tajam karena dinilai arogan, karena acara tersebut sangatlah sakral dan dihadiri oleh Porkofimda serta para tamu undangan dan bahkan para siswa Sekolah.

Keterangan foto: Idham Mufarrij Haqim, Ketua Kumala Rangkasbitung.Kritikan tersebut salah satunya dari Idham Mufarrij Haqim, Ketua Kumala Perwakilan Rangkasbitung. Menurutnya pidato Bupati Lebak tersebut adalah salah satu sikap arogan seorang penguasa.Hal itu di ungkapkan Idham, saat di temui awak media di kawasan Rangkasbitung, Rabu (20/8/2025)

“Dalam pidato yang seharusnya penuh dengan semangat kebersamaan, Bupati justru menunjukkan sikap arogan dan terkesan mengancam bawahan dan sejumlah pihak, itu mencerminkan ke arogansian seorang pemimpin,” ujarnya

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, kata Idham, dalam pidatonya Bupati Lebak Hasby Asidiki Jayabaya, memaparkan Jalan desa aya 1600 kilo meter rusak (Japan Desa ada 1600 kilo meter rusak) jumlah desa aya 340 ( Jumlah Desa ada 340) para kepala desa anu hadir di dieu inget aya Undang Undang desa nomor 6 tahun 2014,( Para Kepapa Desa yang hadir disini ingat ada Undang-undang Desa No 6 Tahun 2014) Aing Bupati (Saya Bupati) bakal dipariksa ku aing dararia dana desana (Bakalan di Periksa sama saya kalian Dana Desanya) Jalan desa rusak make mobil mah portuner mararewah (Jalan Desa Rusak Pake Mobimah Portuner marewah. Ulah macem macem dararia ka aing (Jangan macem-macem kalian ke saya) Dipariksa ku aing dana desa (Diperiksa sama saya dana desa) Aing ieu turunan jawara (Saya ini keturunan Jawara).

“itu kata-kata yang terlontar dari mulut Bupati Lebak di hari yang sakral bagi bangsa indonesia,” kata idham

Unggahan video amatir warga yang merekam momen tersebut kini viral di media sosial. Warganet ramai-ramai mengkritik gaya kepemimpinan Bupati yang dianggap tidak mencerminkan sikap layaknya seorang pemimpin yang bijaksana.

Ilham menambahian, Jika itu demi memperingatkan Kepala Desa agar lebih berhati-hati dalam penggunaan anggarannya itu kita tentunya mengapresiasi jika dengan niat baik sebagai Bupati. Namun tidak perlu di sampaikan di tempat umum, sekalipun di sampaikan di depan umum saya kira perlu dengan bahasa yang baik karna acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh orang tua namun banyak siswa/siswi dibawah umur yang belum pantas untuk mendengar bahasa bahasa kasar yang di ucapkan oleh Bupati Lebak.

“Ucapan tersebut perlu di implementasikan dengan kerja yang kongkret Bupati Lebak bisa lebih baik membuktikan kepada masyarakat kabupaten Lebak,jangan cuman Omon OMON dan berbicara keras, seorang pemimpin di uji dan diukur pola pikirnya bukan nada tingginya,” tandas Idam

Dan kami juga berharap, Sambungnya, kepada KPK RI untuk segera turun ke Kabupaten Lebak,karena dengan banyaknya persoalan terkait permainan anggaran yang tidak sesuai dengan targetnya.

Pos terkait